Menteri ESDM Temui Bos Planet Labs, Bahas Tambang Liar?

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
24 May 2022 16:55
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bertemu dengan Co-Founder sekaligus CEO Planet Labs Will Marshall, Senin (23/5/2022). (Dok. Kementerian ESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Senin (23/5/2020), melakukan pertemuan dengan Co-Founder sekaligus CEO Planet Labs Will Marshall.

Pertemuan Menteri Arifin dengan Will bermaksud untuk menjajaki potensi kerja sama bidang energi dan sumber daya mineral (ESDM), terutama upaya mencapai netralitas karbon dan pembangunan berkelanjutan.

Planet Labs, diharapkan dapat segera menjalin kerja sama dengan stakeholders Indonesia untuk mengidentifikasi aktivitas penambangan liar (illegal mining), tanah longsor (landslide), dan eksplorasi potensi Energi Baru Terbarukan.


"Di luar sektor itu, kita juga bisa bekerja sama di sektor pertanian, border guard/perbatasan, dan kehutanan yang tujuannya untuk monitoring kelestarian hutan serta mencegah pemanfaatan SDA yang ilegal," kata Arifin melalui siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (24/5/2022).

Planet Labs merupakan perusahaan pencitraan bumi (earth imaging) yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat. Perusahaan ini mengoperasikan 200 satelit yang punya kemampuan foto citra bumi dengan ketajaman luasan 1 km2, satu kali setiap hari, serta 21 satelit yang mempunyai kemampuan sampai dengan 0,5 m dengan pengambilan citra 10 kali per hari.

Planet Labs juga telah menjadi bagian dari kemitraan global dalam melayani data pembangunan berkelanjutan. Perusahaan start up yang berdiri tahun 2010 ini ingin mengubah paradigma manusia terhadap kemajuan ilmu pengetahuan tentang bumi dengan meluncurkan satelit kecil sebagai uji-coba yang dinamakan Doves. Start up ini juga termasuk salah satu startup yang paling cepat menerima modal besar.

Sebagai Co-founder dan CEO Planet Labs, Will Marshall menerima gelar Ph.D. di bidang Fisika dari Universitas Oxford dan Magister Fisika dengan konsentrasi Sains dan Teknologi Luar Angkasa dari Universitas Leicester. Will juga merupakan kandidat Postdoctoral di Universitas George Washington dan Universitas Harvard.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak! Ini Maksud Dibentuknya Entitas Khusus Batu Bara


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading