Jreng! RI Ternyata Masuk Genk Dagang AS Pimpinan Joe Biden

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
24 May 2022 14:12
Presiden Jokowi Hadiri Jamuan Santap Malam Presiden Biden. (Biro Pers Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ternyata masuk dalam Kongsi dagang baru "Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik/ IPEF) yang diinisiasi oleh AS. Indonesia termasuk satu dari 13 negara lainnya yang bergabung.

Hal ini terungkap dari pernyataan Mendag Muhammad Lutfi dalam pernyataannya dikutip dari akun Twitter @MendagLutfi, Selasa (24/5).

"Mewakili Presiden @jokowi dalam launching Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity/Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik #IPEF yg diinisiasi @potus & beranggotakan 13 negara salah satunya, Indonesia. Pemerintahan @jokowi mengedepankan perdagangan yg adil, inklusif dan tangguh," kata Mendag Lutfi, Selasa (24/5),




Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meluncurkan kongsi dagang baru, yang lebih besar, antara negaranya dengan Indo Pasifik. Ini terungkap saat Biden bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida, di Tokyo, Senin (23/5/2022).

Kongsi dagang itu disebut "Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik/ IPEF)". Ini menjadi gebrakan baru yang dilakukan AS di Asia pasca keluarnya Paman Sam dalam perjanjian perdagangan Trans-Pasifik Multinasional (TPP) kala Donald Trump memimpin negeri itu.

Mengutip Times of India yang melansir kantor berita AFP, Biden mengatakan setidaknya ada 13 negara yang akan bergabung. Termasuk India dan Jepang.

"AS dan Jepang bersama dengan 11 negara lain akan meluncurkan IPEF. Kerangka ini merupakan komitmen untuk bekerja dengan teman dekat dan mitra kami di kawasan, pada tantangan yang paling penting untuk memastikan daya saing ekonomi di abad ke-21 ini," katanya.

Reuters menulis berdasarkan sumber perdagangan dan diplomatik, negara-negara Asia Tenggara akan diajak masuk dengan porsi sangat luas.

"Beberapa anggota ASEAN dapat bergabung dengan upacara peluncuran IPEF," kata seorang diplomat Asia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

AS Pastikan Sanksi Rusia Tak Akan Ganggu Pasar Migas Global


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading