Anggaran Subsidi Energi Ditambah, Erick: Tarif Tidak Naik!

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
20 May 2022 18:15
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acar pelepasan penerbangan pesawat Pelita Air Service di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (28/4/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut baik dukungan DPR RI terhadap usulan pemerintah melalui Menteri Keuangan terkait penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Khususnya berkenaan dengan anggaran subsidi sektor energi.

"Persetujuan DPR memastikan bahwa BBM, LPG dan listrik yang disubsidi tidak naik," ungkap Erick melalui siaran persnya, Jumat (20/5/2022).

Erick menyatakan, dengan persetujuan ditambahnya anggaran subsidi energi itu, menjadi bukti negara hadir dan terus berupaya keras, karena tidak ingin membebani rakyat di tengah persoalan pangan dan energi global.


Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa Kementerian BUMN bersama Pertamina dan PLN akan fokus dalam menjaga ketersediaan energi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi menambah anggaran energi sekitar Rp 350 triliun. Ini untuk subsidi dan juga kompensasi akibat kenaikan harga minyak dunia.

Namun, tambahan anggaran untuk belanja energi ini dilakukan tanpa berhutang. Sebab, bendahara negara ini memiliki jurus yang tepat.

Menurutnya, penambahan anggaran belanja energi ini akan diambil dari tambahan penerimaan yang di proyeksi sebesar Rp 420 triliun di tahun ini. Di mana outlook penerimaan negara dipatok menjadi sebesar Rp 2.266,2 triliun.

"Dari kenaikan komoditas dan harga-harga, maka penerimaan negara juga naik Rp 420 triliun. Ini yang kami gunakan untuk menambah kompensasi dan subsidi tadi," ujarnya dalam Gedung DPR RI, Kamis (19/5/2022).

Adapun tambahan subsidi energi ditetapkan sebesar Rp 74,9 triliun dan kompensasi juga bertambah sebesar Rp 274 triliun. Penambahan ini murni diambil dari proyeksi penambahan penerimaan tanpa mengurangi anggaran lain seperti Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "Enggak (menggunakan PEN)," kata dia.

Bahkan penambahan anggaran yang sebesar Rp 420 triliun tersebut juga akan dipakai untuk mengurangi defisit anggaran dan juga menambah anggaran bansos sebesar Rp 18,6 triliun serta juga dana bagi hasil (DBH) dan dana pendidikan. Pemerintah juga menggunakan Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 50 triliun.

"Semuanya dapat tadi, jadi Rp 420 triliun penerimaan tambahan, plus SAL Rp 50 triliun, itu dipakai untuk tadi nambah subsidi kompensasi, tambah untuk biaya pendidikan, nambah untuk dana bagi hasil, dan kita tetap refocusing untuk pengurangan defisit," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hasilkan Profit Rp 90 T, Erick Lanjutkan Transformasi BUMN


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading