Ternyata Lebih 50 Gerai Dunkin Donuts Udah Tiarap

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 May 2022 11:40
FILE PHOTO: The sign of a Dunkin' store, the first since a rebranding by the Dunkin' Donuts chain, is pictured ahead of its opening in Pasadena, California, U.S., August 2, 2017. REUTERS/Mario Anzuoni -/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Serikat Pekerja PT Dunkindo Lestari (SP Kintari) melaporkan manajemen Dunkin Donuts kepada Menteri Ketenagakerjaan karena belum membayar Tunjangan Hari Raya (THR) selama dua tahun. Namun, pihak manajemen mengklaim hanya satu tahun.

Di balik itu, ternyata kondisi perusahaan cepat saji asal Amerika Serikat ini sedang terkena dampak keras akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan pengakuan manajemen, saat ini sudah banyak gerai yang ditutup.

"Sekarang sisa sekitar di bawah 100 gerailah, udah turun kita. Di bawah 100 sisanya. Tadinya sekitar 150 cabang, berkurang 50 cabang lebih," kata Manajer HRD PT Dunkindo Lestari Junaidi kepada CNBC Indonesia, Rabu (18/5/22).


Selain pengurangan gerai, gaji pegawai hingga bos di level struktural juga harus terkena dampaknya.

"Gaji (manajerial) di kantor pusat juga berkurang 30%," sebut Junaidi.

Langkah itu dilakukan agar keuangan perusahaan bisa lebih sehat. Akibat lainnya juga berdampak pada cara pegawai di berbagai gerai. Mereka harus rela dirumahkan hingga gajinya berkurang.

"Covid itu berdampak, pertama kita ngga bisa operasi dua shift. Dulu jam 6-2, lanjut jam 2-10. Dengan pengaturan pemerintah yang membatasi jam operasional, kita harus satu shift, ada pengaturan hari kerja. Kita sudah ajukan ke teman-teman serikat. Artinya maka ada orang yang kita pekerjakan hari kerjanya berkurang. mungkin dari 26 hari kerja jadi 22 hari kerja misal," sebutnya.

Sementara itu kalangan buruh menyebut persoalan yang dihadapinya dalam lingkup internal bukan hanya itu. Mereka menyebut PT Dunkindo Lestari belum membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) pegawainya untuk tahun 2021 dan 2022.

Selain itu, buruh juga menyebut manajemen Dunkin' Donuts tidak pernah menunjukkan iktikad baik untuk mempekerjakan kembali para pekerja yang dirumahkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kena Efek Berat Pandemi, Bisnis Ini Masih Berat Beri THR Full


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading