Kim Jong Un Murka! Tuding Pejabat Biang Kerok Ledakan Covid

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
16 May 2022 20:20
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), saat memeriksa apotek di Pyongyang. (via REUTERS/KCNA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un telah memobilisasi militer untuk menanggapi wabah Covid-19 pertama yang diakui secara resmi di negara itu. Media pemerintah bahkan menggambarkan situasi Korut saat ini laiknya darurat nasional.

Meskipun telah mengunci semua kota secara pada hari Kamis. Tercatat muncul 392.920 kasus baru "demam" dan delapan kematian antara Sabtu dan Minggu malam saja, sebut laporan media pemerintah KCN.


Tambahan kasus Itu membuat jumlah total kasus yang dilaporkan menjadi 1,2 juta, dengan lebih dari 648.000 pulih, dan jumlah kematian menjadi 50.

Kasus Covid-19 di Korea Utara (Korut) tengah menjadi sorotan. Pasalnya negara yang baru mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada Kamis lalu saat ini mengakui adanya ledakan kasus yang sangat tinggi. (REUTERS/HEO RAN)Foto: Kasus Covid-19 di Korea Utara (Korut) tengah menjadi sorotan. Pasalnya negara yang baru mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada Kamis lalu saat ini mengakui adanya ledakan kasus yang sangat tinggi. (REUTERS/HEO RAN)
Kasus Covid-19 di Korea Utara (Korut) tengah menjadi sorotan. Pasalnya negara yang baru mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada Kamis lalu saat ini mengakui adanya ledakan kasus yang sangat tinggi. (REUTERS/HEO RAN)

Namun, banyak ahli yang skeptis terhadap angka resmi kasus. Mereka tidak begitu percaya bahwa negara berpenduduk sekitar 25 juta orang terhindar oleh virus yang telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia hingga lebih dari dua tahun.

Pada pertemuan darurat pejabat tinggi pada hari Minggu, Kim mengatakan obat yang disediakan negara tidak diberikan kepada orang-orang melalui apotek pada waktunya. Dia mengkritik para pejabat karena "tidak mengenali dengan benar krisis saat ini tetapi hanya berbicara tentang semangat mengabdi kepada rakyat," menurut KCNA.

Dia mengecam kabinet dan pejabat kesehatan masyarakat dengan sebutan pekerja yang tidak bertanggung jawab serta pelaksanaan yang buruk. Kim bahkan menuduh direktur kantor kejaksaan pusat malas dan lalai dengan tugasnya, lapor KCNA.

Kim lantas memerintahkan militer bagian medis untuk menstabilkan pasokan obat di Kota Pyongyang dan memastikan kebersihan apotek.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid Korut Meledak: 42 Orang Meninggal, Ratusan Ribu Tumbang


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading