Internasional

NATO Waspada! Rusia Ancang-ancang Perang Nuklir Besar-besaran

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
14 May 2022 06:50
Produk 202

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia mengecam akan melakukan perang nuklir apabila Amerika Serikat dan NATO terus 'ikut campur' dalam konflik yang terjadi di Ukraina.

Mantan presiden sekaligus salah satu sahabat dekat Vladimir Putin, Dmitry Medvedev mengungkapkan, meningkatnya dukungan militer yang diberikan kepada Ukraina oleh Amerika Serikat dan sekutunya berisiko memicu konflik antara Rusia dan aliansi militer NATO.

Medvedev yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia juga mengatakan, perseteruan dengan NATO akan berpotensi terhadap risiko perang nuklir besar-besaran.


"Negara-negara NATO memasok senjata ke Ukraina, melatih pasukannya untuk menggunakan peralatan Barat, mengirim tentara bayaran, dan latihan negara-negara aliansi di dekat perbatasan kita meningkatkan kemungkinan konflik langsung dan terbuka antara NATO dan Rusia," kata Medvedev dalam sebuah unggahan Telegram, dikutip Reuters, Sabtu (14/5/2022).

"Konflik seperti itu selalu memiliki risiko berubah menjadi perang nuklir penuh," kata Medvedev. "Ini akan menjadi skenario bencana bagi semua orang."

Menurut Asosiasi Kontrol Senjata yang berbasis di Washington, Rusia dan Amerika Serikat sejauh ini adalah kekuatan nuklir terbesar di dunia. Rusia memiliki sekitar 6.257 hulu ledak nuklir, sementara tiga kekuatan nuklir NATO - Amerika Serikat, Inggris dan Prancis - memiliki sekitar 6.065 hulu ledak gabungan.

Adapun, serangan Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari lalu telah menewaskan ribuan orang, menghancurkan bekas tetangga Sovietnya itu, dan menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi paling parah antara Rusia dan Amerika Serikat sejak krisis rudal Kuba pada 1962.

Putin mengatakan serangan yang disebut "operasi militer khusus" di Ukraina diperlukan karena Amerika Serikat menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia dan Moskow harus bertahan melawan penganiayaan terhadap orang-orang berbahasa Rusia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Khawatir Serangan "Gila" Rusia, NATO Tambah Pertahanan Nuklir


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading