Waduh Larangan Ekspor Jokowi Bikin Sawit Petani Tak Terbeli

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
13 May 2022 16:10
Seorang pekerja mengumpulkan tandan buah segar saat panen di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kampar di provinsi Riau, Indonesia, Selasa (26/4/2022). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Larangan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dan turunannya berdampak pada berbagai aspek. Saat ini, salah satu perusahaan sawit melaporkan tangki pengisian sudah penuh sehingga petani tidak bisa menyalurkan hasil panennya.

Berdasarkan surat pemberitahuan dari PT Mitra Austral Sejahtera yang diterima CNBC Indonesia, perusahaan mulai menyetop penerimaan kelapa sawit sejak kemarin. Adapun perusahaan ini berlokasi di Dusun Modah, Desa Rahayu, Kec. Parindu, Kab. Sanggau Prov. Kalimantan Barat.

"Mengingat kondisi saat ini untuk storage tank CPO nomor 1 kapasitasnya sudah hampir penuh dan tidak bisa menyimpan stock minyak produksi karena minyak belum terjual. Sedangkan Untuk Storage Tank nomor 2 belum bisa digunakan karena masih dalam perbaikan. Maka dari itu kami sampaikan bahwa pabrik tidak menerima TBS (tandan buah segar (libur) dari tanggal 12 Mei 2022 sampai adanya pemberitahuan terbaru," tulis perusahaan, dikutip Jumat (13/5/2022).


Surat ini ditujukan kepada beberapa Koperasi Unit Desa (KUD), yakni KUD Kapetha, KUD Maything Hija, KUD Sekayam Jaya, KUD Sungai Muhi, Bumdes Dohik Buloh-Bumdes Pompakng Singo Djaya dan Bumdes Muduk Bersatu.

Seorang pekerja mengangkut tandan buah segar kelapa sawit saat panen di sebuah perkebunan di Kabupaten Kampar di provinsi Riau, Indonesia, Selasa (26/4/2022). (REUTERS/Willy Kurniawan)Foto: Seorang pekerja mengangkut tandan buah segar kelapa sawit saat panen di sebuah perkebunan di Kabupaten Kampar di provinsi Riau, Indonesia, Selasa (26/4/2022). (REUTERS/Willy Kurniawan)
Seorang pekerja mengangkut tandan buah segar kelapa sawit saat panen di sebuah perkebunan di Kabupaten Kampar di provinsi Riau, Indonesia, Selasa (26/4/2022). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Karena kebijakan tersebut, maka petani perlu mencari pihak lain yang mau menerima hasil panennya.

"Itu termasuk buah Plasma mitra mereka yang mereka bina. Petani harus cari ke pabrik lain yang masih mau menerima," kata Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto kepada CNBC Indonesia, Jumat (13/5/2022).

Bukan tidak mungkin, lanjutnya, pabrik lain bakal mengambil Langkah yang sama jika tangkinya penuh.

"Ironisnya, mengenai kapasitas tangki dan cadangan kelapa sawit secara nasional tidak terbuka sehingga tidak diketahui secara pasti. Hal ini tentu berdampak kepada petani kelapa sawit sebagai struktur terbawah di sector perkebunan kelapa sawit nasional," sebut Darto.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Petani Dukung Ekspor CPO Ditutup, eh Ada Tapinya...


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading