Oalah...Jadinya Begini Rencana Kenaikan Tarif KRL

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
12 May 2022 16:37
Stasiun Manggarai (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan masih mengkaji rencana kenaikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek. Namun dipastikan tidak akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan menanggapi rencana kenaikan tarif KRL Jabodetabek pihaknya tidak akan menerapkan kenaikan tarif dalam waktu dekat. Bahkan akan melakukan kajian ulang melihat melihat banyaknya kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Kami akan melakukan kajian ulang usai masa mudik, mengingat terjadi juga kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang mempengaruhi daya beli masyarakat," kata Adita dalam pernyataan kepada CNBC Indonesia, Kamis (12/5/2022).


Adita menjelaskan sebelumnya Kemenhub sudah membuat kajian dengan penyesuaian tarif. Namun penerapannya masih harus mempertimbangkan berbagai kondisi yang berkembang

Mengutip kajian yang mau diberlakukan dari sebuah diskusi pada Januari 2022 lalu, rencana penyesuaian tarif sebesar Rp 2.000, namun tarif KRL per 10 kilometer tetap diberlakukan sebesar Rp 1.000.

Jadi tarif KRL yang semula Rp 3.000 untuk 25 kilometer menjadi Rp 5.000 untuk 25 kilometer. Awalnya rencana ini akan diberlakukan pada 1 April 2022 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya juga sempat menjelaskan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (26/1/2022) lalu, kalau untuk menaikan tarif KRL itu tidak mudah, melihat kondisi masyarakat masih sulit.

"Tarif kereta itu posisi yang tidak mudah. Tapi kami mempertimbangkan usulannya dan kami cari jalan terbaik mencari solusi. Satu sisi kami mengerti masyarakat susah tapi beberapa pengamat menganjurkan kami untuk naik," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kapan Tarif KRL Naik Jadi Rp5.000?


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading