Internasional

Misteri 'Kematian Massal' Crazy Rich Rusia, Dibunuh Putin?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 May 2022 11:50
Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah deretan tragedi mengerikan mulai menimpa beberapa orang super kaya Rusia. Sebanyak tujuh manusia tajir asal negara itu baru-baru ini ditemukan tewas.

Seperti dilaporkan Deutsche Welle (DW), pada 19 April lalu, Polisi Spanyol menerima telepon dari Fedor Protosenya, putra seorang oligarki Rusia, yang keluarganya memiliki sebuah vila di daerah tersebut. Ia menyebut telah mencoba selama berjam-jam untuk menelepon ibunya dari Prancis tetapi tidak ada yang mengangkat telepon.

Ketika polisi tiba di properti keluarga, mereka bertemu dengan mayat orang tua dan saudara perempuan Protosenya. Polisi awalnya berasumsi bahwa ayahnya, jutawan Sergei Protosenya, telah menikam para wanita dan kemudian gantung diri di taman. Namun tak butuh waktu lama hingga asumsi itu hilang.


Satu hari sebelumnya, polisi di Moskow, juga membuat penemuan yang mengerikan. Vladislav Avayev, jutawan lain, dan istri serta putrinya yang berusia 13 tahun ditemukan tewas di apartemen mereka.

Media Pemerintah Rusia TASS melaporkan Avayev memiliki pistol di tangannya. Dia dicurigai oleh pihak berwenang menembak istri dan putrinya sebelum mengambil nyawanya sendiri.

Insiden-insiden itu terjadi dalam waktu 24 jam satu sama lain, dan rangkaian peristiwa yang diduga sangat mirip. Selain itu, Protosenya dan Avayev adalah oligarki multijutawan dari jajaran tertinggi industri minyak dan gas Rusia.

Protosenya pernah menjadi wakil ketua perusahaan gas alam Novatek, sementara Avayev menjabat sebagai wakil presiden Gazprombank.

Kematian mereka adalah yang terbaru dari serangkaian kematian misterius oligarki Rusia yang berbisnis di bidang energi pada 2022. Pada akhir Januari, sebulan sebelum pasukan Rusia menginvasi Ukraina, Leonid Schulman, seorang manajer tingkat tinggi berusia 60 tahun di Gazprom, dilaporkan bunuh diri.

Kemudian, pada 25 Februari, Alexander Tyulyakov, mantan manajer lain di raksasa energi itu, ditemukan tewas tergantung di rumahnya di St. Petersburg. Tiga hari kemudian, raja gas dan minyak kelahiran Ukraina, Mikhail Watford, juga ditemukan tewas tergantung di garasi tanah miliknya di Surrey, Inggris selatan.

Pada 24 Maret, miliarder Vasily Melnikov, kepala perusahaan pemasok medis raksasa MedStom, ditemukan tewas bersama istrinya, Galina, dan dua putra mereka yang masih kecil di apartemen jutaan dolar mereka di kota Nizhny Novgorod, Rusia. Rincian kematian mereka juga sejajar dengan Protosenya dan Avayev.

Akhirnya, ada kasus Andrei Krukovsky. Pria berusia 37 tahun itu adalah direktur resor ski Krasnaya Polyana, yang terletak di dekat Sochi. Menurut surat kabar Rusia Kommersant, Krukovsky sedang hiking pada 2 Mei ketika dia jatuh dari tebing hingga tewas.

DILAKUKAN KREMLIN?

Kematian misterius tujuh orang super kaya Rusia hanya dalam tiga bulan dalam keadaan meninggal dunia telah membuka pintu untuk semua jenis spekulasi. Salah satunya adalah keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin sendiri diketahui saat ini mendapatkan kritikan dari beberapa deretan orang kaya itu karena manuvernya untuk menyerang Ukraina. Para manusia tajir ini diketahui mendapatkan pembekuan aset oleh negara-negara Barat.

Spekulasi ini diperkuat juga oleh sejarah Putin membungkam lawan politiknya. Pada Agustus 2020, pemimpin oposisi Alexei Navalny diracun dengan racun saraf Novichok saat berada di bandara Tomsk. Dua tahun sebelumnya, Sergei Skripal, mantan kepala badan intelijen GRU Rusia, juga diracun dengan cara yang sama. Meski begitu, keduanya dapat selamat dari insiden ini.

Sementara itu, sebuah rilis baru-baru ini diterbitkan dari Institut Warsawa, sebuah think tank Polandia yang berfokus pada Rusia dan kebijakan keamanan, menyatakan bahwa baik polisi Rusia dan layanan keamanan Gazprom dengan cepat meluncurkan penyelidikan atas kematian yang terjadi di Rusia.

"Mungkin beberapa orang senior yang terkait dengan Kremlin sekarang menutupi jejak penipuan di perusahaan milik negara," tulis sebuah posting di situs Russia Monitor institut itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Memanas! Putin Rilis 'Senjata' Baru Targetkan Pesawat Barat


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading