Pengusaha Tak Khawatir Ledakan Covid Pasca Lebaran, Kenapa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
09 May 2022 19:16
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) di Lobby Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu, 6 April 2022. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengizinkan mudik di tahun ini, hasilnya pemerintah memperkirakan 85 juta orang mudik di tahun ini. Namun, bayangan seram muncul belakangan, yakni potensi penyebaran Covid-19 setelah para pemudik tersebut Kembali ke Jabodetabek dan wilayah lainnya.

"Kemungkinan terkena Covid mengecil, tapi kalau terjadi, prokes tetap dikedepankan, itu nggak kompromi," kata Ketua Komite Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Aloysius Budi Santoso kepada CNBC Indonesia, Senin (9/5/22).

Potensi penyebaran Covid-19 memang tidak begitu besar dengan melihat perkembangan kasus beberapa waktu terakhir di Indonesia. Saat ini angka kasus aktif berada di kisaran 6 ribuan kasus. Namun, dunia usaha tetap harus waspada, apalagi melihat kejadian tahun lalu dimana setelah momen lebaran kasus Covid meningkat tajam.


"Kalau Covid dia bekerja dampaknya nggak cuma bagi yang kena Covid, tapi juga ke yang lain. Di perusahaan selalu menyiapkan kontigensi plan, bahwa misal lini produksi tax time agak dikurangi untuk mengantisipasi kejadian karyawan yang mestinya masuk tapi terdampak Covid. Secara umum pengusaha punya langkah operasional," sebut Budi.

Demi meminimalisir penyebaran kasus, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta pengusaha agar memaksimalkan system bekerja dari rumah (WFH).

"Pemerintah juga akan memantau 1-2 minggu ke depan. Kami imbau untuk optimalkan WFH selama beberapa hari ke depan untuk kurangi risiko penyebaran," tegas Luhut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kabar Baik Soal Covid-19 RI Terus Berhembus, Pandemi Usai?


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading