Internasional

Awas Perang Melebar! Putin Warning Barat, Sebut Secepat Kilat

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 April 2022 18:30
Presiden Rusia Putin (AP) Foto: Presiden Rusia Putin (AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan akan melakukan pembalasan secepat kilat jika negara-negara Barat ikut campur di Ukraina. Komentar Putun muncul saat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menyatakan mendukung perjuangan Ukraina melawan "perang brutal Rusia" pada Kamis (28/4/2022).

Berbicara kepada anggota parlemen di St Petersburg, Putin mengatakan Barat ingin "memotong" Rusia menjadi beberapa bagian. Ia menuduhnya mendorong Ukraina ke dalam konflik dengan negaranya.


"Jika seseorang berniat untuk campur tangan dalam peristiwa yang sedang berlangsung dari luar, dan menciptakan ancaman strategis bagi Rusia yang tidak dapat kami terima, mereka harus tahu bahwa serangan balasan kami akan secepat kilat," kata Putin, menurut video pidatonya yang dikutip oleh media Rusia, sebagaimana dikutip oleh Channel News Asia (CNA).

"Kami memiliki semua alat untuk ini, hal-hal yang tidak dapat dibanggakan orang lain sekarang. Dan kami tidak akan menyombongkan diri, kami akan menggunakannya jika perlu. Dan saya ingin semua orang tahu itu."

Rusia sendiri sudah mengatakan kepada AS untuk berhenti mengirim senjata ke Ukraina. Kremlin menambahkan pengiriman senjata dari Barat dalam jumlah besar mengobarkan konflik.

Serangan Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari. Ini membuat kota-kota di Ukraina menjadi puing-puing dan memaksa lebih dari 5 juta orang mengungsi ke luar negeri.

Negara-negara Barat telah menanggapi dengan sanksi keras ke Rusia dan kiriman senjata bagi Ukraina. Namun hal ini telah membawa kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Barat.

Rusia menyebut serangannya sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari fasis. Ukraina dan Barat mengatakan ini dalih palsu untuk perang agresi tak beralasan oleh Putin.

Sementara hingga kini, Rusia masih menyerang Ukraina di timur dan selatan. Sebelumnya Rusia mengancam pasokan gas ke Eropa dan telah menghentikan pasukan ke Polandia dan Bulgaria.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Punya "Harta Karun" Rp 2.867 T, Disimpan di Laut Hitam?


(tfa/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading