Jokowi Wanti-Wanti Produktivitas Minyak Cs RI Ditingkatkan

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
28 April 2022 10:53
Jokowi dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan nasional 2022. (Tangkapan layar Bappenas RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan peringatan saat ini global tengah menghadapi kondisi serba tak pasti. Di tengah ketidakpastian global ini, Presiden Jokowi pun mewanti-wanti agar produktivitas energi dan pangan di Tanah Air harus ditingkatkan.

Hal tersebut diungkapkannya saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2022, Kamis (28/04/2022).

Peningkatan produktivitas pangan dan energi ini merupakan poin ketiga yang diinstruksikan Presiden pada Musrenbangnas kali ini.


Menurutnya, pangan dan energi menjadi hal kritis dari bagian masalah dunia ke depannya. Dengan Indonesia memiliki sumber daya di kedua hal ini, maka menurutnya produktivitas keduanya harus ditingkatkan.

"Ketiga, tingkatkan produktivitas di sektor pangan dan energi. Ke depan problem global, problem dunia adalah dua, pangan dan energi. Ini yang sangat kritis di dua hal ini. Kita memiliki kekuatan di sini, tingkatkan produktivitas dan energi, lakukan secara fokus dengan skala masif, kawal, dimonitor agar betul-betul berjalan," tuturnya saat pembukaan Musrenbangnas 2022, Kamis (28/04/2022).

Presiden pun mengimbau agar tak ada lagi ekspor bahan mentah ke depannya.

"Saya ingatkan jangan kita hanya menjadi pengekspor bahan mentah, pengekspor raw material, setop!" tegasnya.

Oleh karena itu, dia pun meminta proses hilirisasi bahan mentah di dalam negeri harus dipercepat.

"Daerah-daerah yang memiliki pertambangan, dorong agar mereka bangun smelter. Daerah yang produksi cokelat, kopi misalnya, dorong agar mereka masuk ke industri, di daerah kita masing-masing agar meningkatkan nilai tambah berlipat-lipat dan membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya untuk rakyat," tuturnya.

Dia pun menegaskan sudah saatnya Indonesia mengurangi produk impor, terutama ketika bisa diproduksi di dalam negeri.

"Hilangkan, kurangi sebanyak-banyaknya produk impor dan di saat bersamaan, siapkan kapasitas produksi nasional kita, buat kebijakan yang berpihak pada industri substitusi impor. Misalnya, jagung masih impor, tanem jagung. Apa? Jagung di mana pun tumbuh, kenapa masih impor? Kedelai, kita juga masih impor, padahal banyak daerah yang sesuai penanaman kedelai," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jelang Cuti Bersama, Jokowi Kumpulkan Anies Hingga Ganjar Cs


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading