Internasional

Lawan Rusia, Jerman Siap Kirim Senjata Berat ke Ukraina

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 April 2022 21:05
Orang-orang berbaring di tanah untuk melambangkan orang-orang yang tewas dalam perang di Ukraina selama demonstrasi menentang invasi Rusia ke Ukraina, di depan gedung Reichstag di Berlin, Jerman, Rabu, 6 April 2022. (AP/Markus Schreiber)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jerman segera memutuskan apakah akan menyetujui pengiriman 100 kendaraan tempur infanteri tua Marder ke Ukraina. Hal ini disampaikan seorang juru bicara pemerintah, Senin (25/4/2022).

Jika Jerman menyetujuinya, ini akan menjadi pengiriman senjata berat pertama Jerman ke Ukraina.


Melansir Reuters, perusahaan pertahanan Jerman Rheinmetall telah meminta persetujuan untuk mengekspor kendaraan ke Ukraina. Menurut sumber dari Kementerian Pertahanan, mereka akan memulihkan kendaraan tersebut selama beberapa bulan mendatang sebelum mengirimkannya.

Langkah Rheinmetall bakal memaksa Kanselir Olaf Scholz mengambil posisi yang jelas mengenai pengiriman langsung senjata berat dari negaranya ke Ukraina. Sebab, kesepakatan Marder memerlukan persetujuan dari dewan keamanan nasional, yang diketuai oleh Scholz.

Seorang juru bicara Rheinmetall menolak berkomentar mengenai masalah ini. Juru bicara pemerintah Jerman juga tidak memberikan kerangka waktu kapan keputusan tentang kesepakatan Marder akan diambil.

Sebelumnya, Scholz menghadapi kritik di dalam dan luar negeri karena keengganannya untuk mengirimkan senjata berat, seperti tank dan howitzer, untuk membantu Ukraina menangkis serangan Rusia.

Menteri Pertahanan Christine Lambrecht menulis dalam sebuah surat kepada koalisi yang berkuasa pekan lalu bahwa permintaan ekspor ke Ukraina "akan diperiksa dengan prioritas mutlak. Setelah koordinasi di kabinet, mereka akan diputuskan pada hari yang sama sebagai aturan umum."

Sementara pada kunjungan pertama mereka ke Ukraina sejak serangan Rusia, Menteri Luar Negeri dan Pertahanan AS menjanjikan bantuan militer tambahan ke Kyiv, termasuk senjata canggih.

Permintaan Ukraina untuk senjata berat telah meningkat sejak Moskow mengalihkan ofensifnya ke wilayah timur Donbas, wilayah yang dianggap lebih cocok untuk pertempuran tank daripada daerah sekitar Kyiv, di mana sebagian besar pertempuran telah terjadi sejauh ini.

Moskow menggambarkan tindakannya di Ukraina, yang sekarang memasuki bulan ketiga, sebagai "operasi militer khusus".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hindari Perang Dunia 3, Jerman Minta NATO Tak Serang Rusia


(tfa/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading