Internasional

Ini 3 Alasan Rusia 'Mati-matian' Ingin Rebut Ukraina Timur

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
20 April 2022 14:00
FILE PHOTO: Members of the Ukrainian armed forces fire a grenade launcher, following what servicemen said was a shooting attack from the positions of fighters of the separatist self-proclaimed Donetsk People's Republic, in Avdiivka in Donetsk region, Ukraine, June 18, 2015. REUTERS/Maksim Levin/File Photo SEARCH Foto: REUTERS/MAKSIM LEVIN

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia telah memulai serangannya ke Ukraina sejak 24 Februari lalu. Saat ini, pasukan Moskow telah menarik diri dari Utara dan Barat negara itu lalu bermanuver ke arah Timur untuk melakukan pertempuran di wilayah Donbass yang terdiri dari Luhansk dan Donetsk.

Manuver ini pun dikonfirmasi oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksy. Pihaknya berjanji untuk memberikan perlawanan yang keras terhadap pasukan Rusia yang berusaha untuk menguasai wilayah itu.

"Sekarang dapat dinyatakan bahwa pasukan Rusia telah memulai pertempuran untuk Donbass, yang telah mereka persiapkan sejak lama," ujarnya.

Lalu apa alasan Rusia memusatkan pasukannya ke wilayah itu? Berikut ini tiga alasan manuver Moskow ke Ukraina Timur sebagaimana dikutip CNBC International, Rabu (20/4/2022).

1. Rusia butuh kemenangan.

Pasukan Rusia diketahui tidak mengalami kemajuan pesat dalam menguasai ibu kota Ukraina, Kyiv. Hingga penarikan dan pemindahan ke Timur, pasukan yang dikirim Presiden Vladimir Putin itu hanya berhasil menguasai lingkaran kota itu saja.

Pemindahan ke Timur ini juga berdasarkan fakta bahwa kelompok separatis pro-Moskow telah berhasil menguasai wilayah itu. Ini dapat menjadikan operasi di wilayah itu lebih mudah karena mendapatkan dukungan masyarakat yang luas.

"Putin telah menyerah pada tujuannya yang lebih ambisius sepenuhnya. Sangat mengejutkan bagaimana mereka telah mengubah nama perang mereka menjadi operasi pertahanan militer khusus di Donbass," cuit mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Rusia Michael McFaul berkomentar Selasa di Twitter.

2. Rusia menginginkan jembatan ekonomi.

Kemenangan di wilayah Timur ini akan membawa dampak ekonomi yang sangat menguntungkan bagi Rusia. Pasalnya wilayah itu sendiri merupakan wilayah industri yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan.

Donbass sendiri adalah kawasan industri berat yang dikenal dengan industri pertambangan batu bara dan cadangan batu bara besar yang berpotensi dapat diakses Rusia jika mencaplok seluruh wilayah.

Selain itu, penguasaan Donbass juga akan memungkinkan Rusia untuk membuat "jembatan darat" ke Krimea, yang dicaploknya dari Ukraina pada 2014. Krimea dapat menjadi pusat militer dan perdagangan penting bagi Moskow di Laut Hitam.

3. Politik identitas.

Wilayah Donbas juga penting bagi Rusia dalam hal identitas nasionalnya. Pasalnya, warga wilayah itu sampai hari ini masih mengakui identitasnya sebagai orang Rusia.

Hal ini pun juga menjadi sebuah alasan Rusia mengakui Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk sebagai wilayah yang lepas dari kedaulatan Ukraina. Mereka juga memberikan bantuan finansial bagi kelompok separatis di wilayah itu.

Dalam citraan media Rusia, warga Donbass disebutkan sering mendapatkan persekusi dari kaum nasionalis Ukraina. Ini juga membawa pemberitaan bahwa banyak warga Donbass yang mengungsi ke Rusia karena tindakan persekusi ini.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bye! Ukraina Umumkan Pesawat Raksasa Ini Tak Terbang Lagi


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading