IMF Warning Inflasi Negara Berkembang Bisa 8,7%, Termasuk RI?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
20 April 2022 06:00
The World Bank headquarters building is decorated ahead of the IMF/World Bank spring meetings in Washington, U.S., April 8, 2019. REUTERS/Yuri Gripas

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional atau IMF memberikan perkiraannya terkait prospek perekonomian di tahun 2022. Hal ini dirilis dalam laporannya yang bertajuk World Economic Outlook: War Sets Bank The Global Recovery.

Dalam laporan itu, IMF memperingatkan bahwa inflasi yang dialami negara-negara berkembang akan naik cukup tinggi. Ini didorong oleh naiknya harga komoditas dunia yang juga disebabkan peperangan antara Rusia dan Ukraina.


"Kami memperkirakan inflasi pada negara maju 5,7% dan 8,7% pada negara berkembang untuk 2022," tulis laporan itu dikutip Selasa (19/4/2022).

Badan itu menyebut bagi negara maju dan berkembang dengan fiskal yang kuat, mereka dirasa mampu memberikan subsidi atau bantalan untuk menjaga daya beli masyarakat. Akan tetapi negara lain dengan fiskal terbatas tak mampu berbuat banyak.

IMF mencatat kawasan Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika Utara adalah sederet negara yang merasakan dampak serius dari krisis tersebut. Begitu juga dengan Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan kenaikan harga pangan serta menaikkan suku bunga acuan.

Sementara itu, pada 2022, ekonomi dunia diperkirakan hanya mampu tumbuh 3,6% lebih dari yang sebelumnya diramal 3,8%. Sedangkan 2023 akan menjadi lebih buruk karena ekonomi diperkirakan tumbuh 0,8-0,2%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Orang Penting Negara G20 Kumpul di Bali 2 Hari, Ini Hasilnya!


(tps/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading