Internasional

Rusia-Ukraina Minggir Dulu, 2 Tetangga RI Terancam Perang

News - sef, CNBC Indonesia
18 April 2022 07:10
Jet tempur F-16V Angkatan Udara Taiwan meluncur di sepanjang landasan saat latihan di Chiayi di barat daya Taiwan, Rabu (5/1/2022).  Pilot Angkatan Udara Taiwan melakukan latihan pada hari Rabu untuk mensimulasikan intersepsi pesawat China ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. (AP)

Jakarta CNBC Indonesia - China dan Taiwan, tetangga RI di kawasan Asia, kembali memanas. Akhir pekan kemarin, militer China mengirim fregat, pembom, hingga pesawat tempur ke Laut China Timur dan daerah sekitar Taiwan.

Ini terjadi ketika delegasi Kongres Amerika Serikat (AS) mengunjungi Taipe Jumat (16/4/2022). Bagi China, Taiwan adalah provinsinya sementara pulau itu menganggap diri sebagai negara merdeka.


"Operasi ini sebagai tanggapan atas 'dirilisnya sinyal yang salah' oleh AS tentang masalah Taiwan," kata Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) Shi Yilu, dikutip CNBC International, Senin (18/4/2022).

"Tindakan dan trik buruk AS benar-benar sia-sia dan sangat berbahaya. Mereka yang bermain api akan membakar diri mereka sendiri."

China dan Taiwan "berpisah" sejak 1949. AS sendiri memang tak pernah mengakui kemerdekaan Taiwan secara resmi, namun Paman Sam telah menjadi pendukung Taipe selama bertahun-tahun, termasuk investasi dan penjualan senjata.

Serangan Rusia ke Ukraina pun telah memicu kekhawatiran akan agresi China ke Taipe. Karena itu wilayah tersebut kini dalam siaga tinggi.

Sementara itu, Taiwan juga melakukan sejumlah latihan militer baru sejak pekan kemarin. Sebanyak 15.000 tentara cadangan juga diturunkan untuk latihan menembak intensif.

"Invasi Rusia ke Ukraina membuktikan demokrasi harus memperkuat aliansi dan secara kolektif kita dapat mempertahankan diri dari ancaman yang ditimbulkan oleh negara-negara otoriter yang berusaha mengganggu perdamaian regional," kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dimuat DW di sela-sela pertemuan dengan Kongres AS.

"Kami akan membuat China membayar harga yang mahal untuk apa yang mereka lakukan di seluruh dunia," jawab senator AS Lindsey Graham kepada Presiden Tsai.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas! Bumi Terancam Perang


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading