Rusia Ancam Sebar Senjata Nuklir di Eropa Jika Ini Terjadi

News - Ferry Sandy, CNBC Indonesia
16 April 2022 16:10
Cangkang bom nuklir Tsar Bomba yang diledakkan Rusia. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi geopolitik Rusia dan Uni Eropa beserta sekutunya semakin panas setelah ada kemungkinan bergabungnya dua negara Eropa yang selama ini netral, Swedia dan Finlandia ke aliansi tersebut. Rusia pun memberi ancaman perang nuklir.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO maka negaranya harus memperkuat angkatan darat, angkatan laut dan udara. Ia pun mengatakan tidak ada lagi Baltik yang "bebas nuklir"

"Tidak ada lagi pembicaraan tentang status bebas nuklir untuk Baltik. Keseimbangan harus dipulihkan," kata Medvedev, yang adalah sempat menjabat sebagai presiden Rusia dari 2008 hingga 2012, sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (16/4/2022) waktu setempat.


Menurutnya kedua negara harus berpikir rasional. Jika tidak, ujarnya, mereka akan hidup dengan senjata nuklir dan rudal persis di dekat rumah mereka.

"Jika Finlandia dan Swedia benar-benar bergabung dengan NATO, ini akan memberi Moskow lawan yang lebih resmi dalam daftar," katanya.

Swedia dan Finlandia memang tak jauh dari Rusia. Finlandia hanya berjarak 1.300 kilometer (km) sementara Finlandia 3.924 km.

Mengutip CNN International, Moskow melihat masuknya kedua negara menjadi ancaman bagi keamanan nasionalnya. AS pastinya akan mengerahkan peralatan militer canggih ke negara-negara itu.

Rusia sendiri telah meneriakkan ekspansi NATO di Eropa sebagai hal berbahaya. Bahkan Kremlin menyebut aliansi itu memang diarahkan untuk alat konfrontasi.a

Sejak 1997, setidaknya 14 negara bergabung ke aliansi itu. Bahkan negara-negara itu terdapat di wilayah Eropa Timur dan Tengah.

Sementara itu, Direktur CIA AS, Bill Burns menilai ancaman nuklir Rusia tak boleh dianggap enteng. Apalagi kini negeri itu terus menghadapi kesulitan di medan perang Ukraina.

"Mengingat potensi keputusasaan Presiden (Rusia) Putin dan kepemimpinan Rusia, mengingat kemunduran yang mereka hadapi sejauh ini secara militer, tidak ada dari kita yang dapat menganggap enteng ancaman yang ditimbulkan oleh potensi penggunaan senjata nuklir taktis atau senjata nuklir hasil rendah," katanya.

Rusia memang merupakan salah satu negara yang memiliki nuklir terbanyak di dunia. Menurut Federasi Ilmuwan Amerika, Rusia memiliki 5.977 hulu ledak nuklir.

Mengutip BBC International, sekitar 4.500, kemungkinan berupa senjata nuklir strategis seperti rudal balistik atau roket yang bisa menargetkan sasaran dari jarak jauh. Sebanyak 580 di antaranya adalah bom nuklir yang bisa dijatuhkan dari pesawat.

Sebagaimana diketahui bom nuklir, meski hulu ledaknya kecil, bisa menimbulkan banyak korban jiwa dan konsekuensi jangka panjang lain. Ini setidaknya terjadi kala Perang Dunia II.

Bom yang dilemparkan ke Horishima Jepang sebesar 15 kiloton membuat 146.000 warga tewas. Hulu ledak nuklir sendiri bisa mencapai lebih dari 1.000 kiloton.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

H+10 Perang, Rusia Kerahkan 1.000 Tentara Bayaran ke Ukraina?


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading