CNBC Insight

Harta Karun: Kiloan Emas & Berlian Ditemukan Dekat Jakarta!

News - Petrik, CNBC Indonesia
18 April 2022 12:40
Cover Insight, Harta Karun

Jakarta, CNBC Indonesia - Kisah penemuan harta karun di Indonesia selalu menarik, termasuk sisa-sisa harta karun di masa revolusi. Penemuan harta karun pernah terjadi tak jauh dari kawasan Jakarta.

Di daerah Cigombong, dekat perbatasan Sukabumi-Bogor, Jawa Barat sebelum 1946 pernah ditempati tentara Jepang. Setelah pertengahan 1946, tentara Jepang yang sudah kalah itu angkat kaki dari Cigombong untuk dipulangkan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengamankan tempat itu dengan bantuan penduduk. Perwira tertinggi yang menjadi komandan brigade TNI di sana adalah Letnan Kolonel (Letkol) Alex Evert Kawilawang.

"Kepada kami pernah diserahkan sebuah peti yang mulanya kami kira obat-obatan. Petinya besar sekali. Waktu dibuka ternyata isinya kondom," aku Kolonel Alex Evert Kawilawang dalam AE Kawilarang Untung Sang Merah Putih (1988:86).


Bersama penduduk lokal sekitar Cigombong kemudian tentara menggali-gali lahan di sekitar bekas lokasi tentara Jepang, berharap mendapatkan senjata untuk melawan tentara Belanda, beberapa kali mereka menemukan bom yang meledak.

"Eh kemudian Sersan Mayor Sidik bersama beberapa anggota polisi tentara dan rakyat menemukan sebuah guci besar. Setelah guci itu dibuka, mereka menemukan kaus kaki yang berisikan barang keras. Kaos kaki itu mereka buka satu persatu. Mereka kaget melihat isinya emas permata dan berlian yang sudah dicongkel-congkel gemerlapan," aku haji Priyatna Abdurrasyid: Dari Cilampani ke New York (2001:102).

Bukannya dibawa ke penadah, setelah membungkusnya kembali ke dalam guci, Sidik dkk melaporkannya ke Letnan Godjali. Si letnan juga tidak kalah jujurnya dengan Sidik dkk, si letnan malah melaporkannya langsung ke Letkol Kawilarang, yang bermarkas di Cicurug. Ketika barang itu berada di markas pasukan Kawilarang, beberapa orang tampak bernafsu kepada harta karun itu. Kawilarang yang kesal lalu ambil dua peti granat.

"Bapak-bapak mau berjuang lagi? ini untuk berjuang," kata Kawilarang kepada mereka sambil menyerahkan dua peti granat. Ketika orang yang bernafsu pada harta karun itu masih terlihat penasaran, Kawilarang sekali lagi bicara, "Ini untuk berjuang." Berharap agar orang yang bernafsu itu cepat pergi.

Kawilarang juga tidak berniat memilikinya, dia sempat menulis surat kepada Residen Bogor Moerdjani mengenai harta dalam guci itu. Menurut Kawilarang harta itu seharusnya berada menjadi urusan pejabat kementerian dalam negeri seperti Residen yang ada di Bogor. Residen bukannya menerima dan malah bilang kepada Kawilarang, "O, jangan kepada saya. Kirimkan saja kepada Kementerian Dalam Negeri." Maksudnya kepada pejabat tinggi kementerian dalam negeri di pusat.

Demi keamanan harta itu, Kawilarang segera memerintahkan kepada Letnan Godjali (dengan ditemani beberapa tentara muda) untuk menyerahkan harta penemuan Sidik dkk itu ke pemerintah pusat RI yang berada di Yogyakarta. Emas dan berlian itu sampai ke Yogyakarta dalam keadaan utuh. Di Yogyakarta emas itu diserahkan kepada kepada Mr Sumarman, Sekretaris Kementerian Dalam Negeri.

Nilai emas itu, menurut majalah Ekspres (29/09/1972), hampir mencapai Rp 6 miliar. Detilnya, harta karun itu berupa 7 kg emas dan 4 kg berlian, yang asalnya dari Perkebunan Pondok Gede, Bogor.

Berdasar laporan dari tim yang menyerahkan harta karun itu ke Yogyakarta, harta karun itu lalu diserahkan kepada Bank Negara Indonesia (BNI-46) di Yogyakarta. Direktur BNI-46 kala itu adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek dari Menteri Pertahanan RI saat ini.

Setelah puluhan tahun berlalu, ada sekitar 15 orang yang mengaku sebagai penemu emas dan berlian itu mendatangi Menko Polkam era orde baru. Sersan Mayor Sidik, menurut Priyatna juga menanyakan kemungkinan adanya hadiah atas penemuan emas dan berlian itu. Sidik tak mendapat apa-apa atas penemuannya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harta Karun Paling Misterius di RI Bernama Flor de la Mar


(pmt/pmt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading