Awas! Mudik Tahun Ini Ada Tanda-Tanda 'Meluap' Luar Biasa

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
14 April 2022 17:45
Suasana penumpang kereta api Sawunggalih yang baru saja tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Berakhirnya masa larangan mudik oleh pemerintah sejak Senin (17/5/2021), Stasiun Pasar Senen mulai dipenuhi pemudik arus balik dengan keberangkatan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pantauan CNBC Indonesia pukul 15.00 WIB, suasana di area Stasiun Pasar Senen cukup ramai. Banyak penumpang yang berada di sekitar area stasiun. Suasana tersebut sama saat sebelum memasuki masa larangan mudik 6-17 Mei 2021. Di mana, para penumpang yang hendak memakai kereta api jarak jauh (KAJJ) terpantau ramai sehingga menyebabkan antrean tes GeNose di Stasiun Pasar Senen. Data penumpang tiba per Rabu 19/5 yaitu Kereta Api: 21, Penumpang 8.276.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah ada larangan mudik karena pandemi selama dua tahun, akhirnya mudik dibolehkan pemerintah. Namun, efeknya ada proyeksi bakal ada luapan pemudik kali ini.

Bahkan kepolisian sudah melakukan antisipasi dengan menerapkan sistem ganjil genap dan contraflow di tol Jakarta-Cikampek khusus pemudik angkutan darat maupun kendaraan pribadi.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono, mengatakan jalur gemuk mudik pada tahun ini belum akan berubah. Meski sudah ada beberapa tol-tol baru yang diresmikan.


"Jalur gemuk itu sebenarnya masih sama, namun mungkin sebagian pindah tol (dari jalan nasional)," kata Agus kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (14/4/2022).

Namun dari catatanya jalur Pantai Utara (Pantura) lintas provinsi menuju Subang, (Jawa Barat), Cirebon, Tegal, hingga Pekalongan (Jawa Tengah), masih menjadi yang paling gemuk. Menyusul jalur tengah mulai dari Bandung - Tasikmalaya hingga Jawa Tengah dan jalur selatan dari Sukabumi - Yogyakarta.

Menurut Agus persiapan ketiga jalur itu juga sudah baik, melihat sudah ada antisipasi dari pemerintah provinsi untuk mempercepat jalur-jalur feeder atau pembantu antar lintas, untuk membagi kepadatan. Melihat adanya lonjakan mudik kali ini.

"Jalur Pantura dan jalur tengah dua duanya cukup gemuk, karena luapan mudik ini luar biasa," kata Agus.

Agus juga mengatakan mengusulkan pemerintah untuk mengantisipasi pemudik pengguna sepeda motornya. Menurutnya program mudik gratis dengan motor yang diangkut truk itu cukup baik untuk mengurangi kepadatan yang disebabkan pemotor.

"Harus diantisipasi kalau gak banyak diangkut, Semarang - Solo dan Yogya itu banyak angkutan motor ini. itu dapat menghambat perjalanan karena mereka selalu masuk dari celah terkecil sehingga jadi padat. ," jelas Agus.

Pemerintah sudah mewanti-wanti soal ada 'ledakan' pemudik di 2022. Diperkirakan 80 juta orang akan melakukan perjalanan pulang kampung saat libur Lebaran tahun ini.

"Potensi masyarakat yang akan melakukan mudik mendekati angka 80 juta. Diberlakukan syarat perjalanan dalam negeri seperti yang ada sekarang, yaitu vaksin 2 kali dan tidak dibutuhkan tes antigen/pcr," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, dalam keterangan, Kamis (24/3/2022).

Jumlah proyeksi pemudik 2022 ini melonjak signifikan dibandingkan 2019 sebelum adanya pandemi yang angka proyeksinya 23 juta orang. Selama 2 tahun memang ada larangan mudik karena pandemi, dan tahun ini diperkirakan makin antusias.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Potensi 'Ledakan' Mudik, Kursi Pesawat Terancam Kurang?


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading