CNBC Insight

Harta Karun Nakamura: Kiloan Emas Batangan Masih Dirahasiakan

News - Petrik, CNBC Indonesia
18 April 2022 16:20
Cover Insight, Harta Karun

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah ramai perkara Westerling di era 1950-an, Organisasi Gerilya Hindia Belanda atau Nederlandsch Indies Guerilla Organisatie (NIGO) mencuri perhatian. Di dalam NIGO itu konon terdapat perempuan indo bernama Carla Wolff. Kemudian kisah harta Nakamura disebut-sebut, karena Carla Wolff hidup serumah dengan Kapten Hiroshi Nakamura.

Kapten Hiroshi Nakamura, disebut Ben Anderson dalam Revoloesi Pemoeda (1988:88) sebagai perwira di bagian perencanaan markas tentara Jepang di Jakarta yang pada 1945, ketika keadaan tidak jelas, telah melakukan penggarongan dari sebuah badan milik negara. Kala itu kondisi Indonesia sedang kacau. Perampokan itu terjadi ketika fokus orang Indonesia terpaku pada Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, hingga aksi Nakamura dkk tidak terendus kebanyakan orang Indonesia.

Harta karun Nakamura itu, menurut catatan koran De locomotief (01-08-1948) bersumber dari sebuah pegadaian di Jakarta. Nilai hasil rampokan emas Nakamura itu diperkirakan mencapai 10 hingga 80 juta gulden. Terkait perampokan itu, Musa Dahlan dalam Rampok (2012) menyebut Nakamura memperalat dua orang serdadu Jepang dan seorang supir asli Indonesia, dengan mobil sebuah truk, ketiganya tidak tahu bahwa mereka terlibat perampokan.


Konon, dari pegadaian di Kramat Jakarta itu emas 960 kg disikat Kapten Nakamura. Emas-emas itu dibawa ke rumah dinas Kapten Nakamura. Carla Wolff yang serumah dan telah memberi dua anak untuk Nakamura itu, disebut Dahlan, ikut mengutil lalu menghambur-hamburkan sebagian hasil jarahan Nakamura itu.

"Saya lebih kaya dari Ratu, saya akan tidur di ranjang emas dan tamu saya akan makan dari piring emas," ujar Carla Wolff ketika menikmati emas-emas jarahan Nakamura itu. Nakamura kemudian menyembunyikan sebagian besar harta karun yang sudah tidak utuh lagi itu, karena sebagian kecil terkutil gundiknya itu. Ada yang menyebut Nakamura lalu menguburkan emas-emasnya itu di daerah Menteng.

Bukan pihak Indonesia yang membongkar dan mengadili skandal emas Nakamura itu, karena RI terdesak ke Yogyakarta, tapi pemerintah Belanda yang menduduki Jakarta dan sekitarnya. Kapten Nakamura dan Carla Wolff kemudian diseret ke pengadilan setahun kemudian. Kemudian Kapten Morton dari tentara Inggris dan Kolonel Nomura juga diseret ke pengadilan.

Kolonel Nomura adalah kepala bagian perencanaan-yang mengurusi perhubungan, ekonomi dan politik-dari tentara Jepang. Dalam pengadilan yang digelar Belanda pada pertengahan 1946, Het dagblad (24-06-1946) mencatat bahwa Kolonel Nomura mengaku: telah membuka delapan koper emas dan permata selama sehari di sebuah rumah.

Nomura juga mengaku sebagai atas Kapten Nakamura. Menurut Nomura, setelah memegang emas-emas itu dibawa ke Gunseikanbu, yang merupakan kantor panglima tertinggi Jepang di Jakarta. Dalam pengadilan Nomura menyatakan bahwa emas-emas tersebut adalah "milik nasional Jepang" karena merupakan hasil rampasan mereka dari pemiliknya adalah orang Tionghoa.

Kapten Morton diseret ke pengadilan karena telah membeli 20 kilogram emas hasil jarahan Nakamura itu. Namun, dengan cepat kemudian Kapten Morton dibebaskan. Di bulan Agustus 1946, Carla Wolff dipenjara selama 8 bulan dan belakangan dipekerjakan badan intel Belanda. Kapten Nakamura dapat hukuman berat karena perampokannya, masa penahanannya lebih lama daripada kebanyakan tentara Jepang di Indonesia. Sementara itu Kolonel Nomura yang memerintahkan Nakamura mengambil emas itu dari pegadaian juga mendapat hukuman berat.

Hasil jarahan yang diterimakan ke pihak berwenang pada 1946 hanya bernilai sekitar 1 juta gulden saja. Ada yang percaya, hasil rampokan itu lebih banyak dari yang diakui pelaku di pengadilan. Hingga muncul isu bahwa sebagian harta Nakamura masih tersimpan di sebuah tempat yang dirahasiakan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Benarkah Ada Harta Karun di Bawah Lumpur Lapindo?


(pmt/pmt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading