Harga Gas Makin Mahal, Pedagangnya pun Ikut Menjerit!

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
12 April 2022 16:40
Pekerja mengangkat gas Elpiji di agen gas dan kemasan minuman di kawasan Gondangdia, Jakarta, Rabu, (4/3). Pemerintah berencana melakukan impor LPG dari Aljazair, tepatnya dari perusahaan migas nasional Sonatrach. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi di pasaran tak hanya dikeluhkan oleh konsumen pengguna akhir. Bahkan, para penjual LPG pun turut mengeluh atas adanya kenaikan harga LPG saat ini.

Penjual mengaku, penjualan LPG 12 kg ini kini menjadi semakin menurun. Bahkan, ada penjual yang mengungkapkan tidak lagi menjual LPG non subsidi ini karena semakin sedikit pembelinya.

Salah satu pengecer LPG yang mengeluhkan dampak kenaikan harga LPGĀ non subsidi ini yaitu Suita Henymeika. Penjual LPG eceran di Cibubur tersebut menilai kenaikan harga LPG telah membuat konsumennya menjerit.


Seperti diketahui, pada Februari lalu Pertamina baru saja melakukan penyesuaian harga LPG non subsidi tabung 5,5 kg dan 12 kg. Kini, per April 2022, harga jual ke konsumen kembali turut mengalami kenaikan karena pemerintah melakukan penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari yang sebelumnya 10% menjadi 11%.

Bahkan, imbuhnya, dengan adanya kenaikan harga LPG, telah membuat banyak konsumennya beralih menjadi menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. Pasalnya, harga jual untuk LPG 12 kg ke konsumen kini sudah tembus di angka Rp 200.000 dan Rp 96.000 untuk LPG 5,5 kg.

"Volume penjualan sama. Tapi konsumen menjerit, sekarang naik lagi kena kenaikan pajak PPN 11% jadi Rp 200.000 (LPG 12 kg)," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/4/2022).

Sementara itu, Engkong, salah satu penjual LPG eceran yang ada di wilayah Tapos, Depok membeberkan bahwa sebelum adanya kenaikan harga, konsumen LPG non subsidi bisa dihitung jari. Apalagi, ditambah adanya kenaikan harga yang saat ini telah tembus Rp 200.000 untuk LPG 12 kg, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembeli.

Imbasnya, dia mengaku kini tidak lagi menjual LPG 12 kg, namun hanya menjual LPG 3 kg dan LPG 5,5 kg.

"Kalau saya jualnya yang LPG 5,5 kg harganya Rp 95.000. Kalau yang 12 kg saya malas (jual), mahal. Peminatnya juga jarang kebanyakan 3 kg dan 5,5 kg aja," katanya.

Adapun berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di Bekasi, harga LPG 12 kg bahkan ada yang dibanderol hingga Rp 205 ribu per tabung, sementara di Tangerang berkisar Rp 195 ribu - Rp 200 ribu per tabung. Begitu pun dengan daerah Cibubur, Depok, harga LPG 12 kg kini dibanderol seharga Rp 200 ribu per tabung.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga LPG Naik, Jangan Kaget ya Bund Segini Harganya di Agen!


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading