Internasional

Jerman Bantu Perusahaan Terdampak Perang, Nilainya Fantastis!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
08 April 2022 21:22
Orang-orang berbaring di tanah untuk melambangkan orang-orang yang tewas dalam perang di Ukraina selama demonstrasi menentang invasi Rusia ke Ukraina, di depan gedung Reichstag di Berlin, Jerman, Rabu, 6 April 2022. (AP/Markus Schreiber)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jerman berencana untuk memberikan bantuan bagi perusahaan domestik yang terdampak peperangan antara Rusia dan Ukraina. Tak tanggung-tanggung, bantuan yang akan diberikan Berlin berjumlah 100 miliar euro atau senilai Rp 1.560 triliun.

Dikutip Reuters, Jumat (8/4/2022), hal ini terkuak dari sebuah dokumen yang disusun oleh beberapa kementerian keuangan dan ekonomi negara itu. Bantuan dana itu rencananya akan dijadikan pengaman bila bisnis-bisnis Jerman memutuskan untuk meningkatkan pinjamannya.


"Dalam situasi saat ini, masalah utama bagi perusahaan adalah untuk memastikan likuiditas jangka pendek dan oleh karena itu untuk mendukung perusahaan dan industri dengan instrumen kredit," kata dokumen kementerian bersama itu.

"Perusahaan dari semua ukuran harus memiliki akses ke bunga rendah, pinjaman bebas kewajiban."

Dokumen itu juga menjelaskan suntikan modal ekuitas atau hibrida bisa menjadi pilihan bagi perusahaan yang benar-benar membutuhkan modal. Untuk industri padat energi, pemerintah merencanakan subsidi biaya sementara.

"Jika terjadi lonjakan harga yang tiba-tiba dan dramatis, perusahaan yang memperdagangkan listrik dan gas alam berjangka di bursa energi mungkin harus menyetorkan jaminan tambahan yang sangat tinggi, yang disebut margin, di bursa dalam waktu singkat," tambah dokumen itu.

Sebelumnya beberapa negara anggota Uni Eropa (UE), termasuk Jerman, memutuskan untuk melarang impor batu bara asal Rusia. Ini untuk menekan pemasukan Rusia yang diduga digunakan untuk membiayai serangan ke Ukraina. Kedepannya, aliansi negara-negara Benua Biru itu juga akan melarang impor minyak dan gas Rusia.

Namun Berlin masih mempertimbangkan hal ini karena ketergantungannya yang besar pada sumber energi dari Moskow. Diketahui sekitar 40% gas yang dikonsumsi Jerman berasal dari negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

NATO Pecah? Jerman-Hungaria Teriak Tolak Sanksi Energi Rusia


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading