Ramai Pesanan Eropa, Produksi Batu Bara RI Akan Digenjot?

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
08 April 2022 16:15
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia akan ketiban berkah sebagai imbas dari rencana Uni Eropa untuk melarang pembelian batu bara asal Rusia yang kemungkinan akan berlaku penuh pada pertengahan Agustus 2022 mendatang.

Sumber CNBC Indonesia di industri batu bara menyebut, sejumlah konsumen batu bara asal Eropa telah berbondong-bondong meminta pengiriman batu bara dari Indonesia. Bahkan, permintaan bukan hanya dari perusahaan, melainkan juga atas nama pemerintahnya.

Para pembeli batu bara asal Eropa ini bahkan tidak terlalu memusingkan harga.


"Mereka bahkan rela membeli di harga berapapun, yang penting pasokannya ada," ungkap sumber CNBC Indonesia yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, ini terjadi karena para pembeli batu bara Eropa ini lebih mengutamakan ketersediaan pasokan dan keamanan energi untuk negaranya terlebih dahulu.

"Saya belum pernah melihat fenomena seperti ini sebelumnya di industri batu bara ini. Ini panic buying!" ungkapnya.

Lantas, apakah ini artinya Pemerintah Indonesia akan menaikkan target produksi batu bara tahun ini?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan hingga saat ini belum berencana untuk menggenjot tambahan target produksi batu bara di tahun ini, meskipun ada potensi peningkatan permintaan dari luar negeri.

Direktur Pembinaan Program Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Sunindyo Suryo Herdadi mengatakan, pemerintah belum ada rencana untuk merevisi target produksi di tahun 2022. Adapun target produksi masih sesuai rencana awal yakni sebesar 663 juta ton.

"Sampai saat ini tidak ada perubahan target produksi tersebut," ungkap Sunindyo kepada CNBC Indonesia, Jumat (8/4/2022).

Di samping itu, dia juga tidak mengetahui secara persis mengenai kabar yang beredar terkait permintaan khusus dari pemerintah di sejumlah negara Eropa agar Indonesia mengirimkan batu baranya ke mereka. Mengingat, larangan impor batu bara Rusia bakal berlaku penuh mulai pertengahan Agustus.

Adapun, realisasi produksi batu bara RI sepanjang 2021 sebesar 614 juta ton. Angka tersebut setidaknya hanya 98,2% dari target semula yang ditetapkan pada tahun 2021 sebesar 625 juta ton.

Sementara pemanfaatan batu bara domestik pada tahun lalu angkanya mencapai 133 juta ton atau 96,7% dari target 137,5 juta ton. Untuk tahun 2022 ini pemerintah mematok target produksi sebesar 663 juta ton, dengan alokasi untuk kebutuhan di dalam negeri baik untuk kelistrikan dan non kelistrikan sebesar 165,7 juta ton.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Taipan Kian Makmur, Batu Bara Acuan di Maret US$ 203,69/Ton!


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading