Erick Mau Benahi Dapen PLN: Jangan Sampai Kaya Kasus Asabri!

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
07 April 2022 21:00
Menteri BUMN Erick Thohir (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bakal membenahi pengelolaan dana pensiun di perusahaan setrum pelat merah, PT PLN (Persero).

Hal tersebut dilakukan supaya dana yang dikumpulkan oleh para pekerja tidak dikorupsi oleh oknum tak bertanggung jawab.

Erick tak menginginkan dana pensiun PLN bernasib sama seperti kasus yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) atau ASABRI. Kedua perusahaan pelat merah itu diketahui tidak bertanggung jawab terhadap dana nasabah atau kesejahteraan para pensiunan yang sudah mengabdi puluhan tahun.


"Dana pensiun PLN mau saya rapikan, jangan sampai dana pensiun PLN seperti Jiwasraya dan ASABRI," kata Erick dalam agenda 'Menyapa Serikat Pekerja dan Milenial PLN', Kamis (7/4/2022).

Selain itu, ia juga berharap bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN dapat diubah, salah satunya dengan fokus pada program pendidikan. Bahkan, pihaknya mendorong adanya program pemberian beasiswa.

"CSR BUMN kita ubah, salah satunya pendidikan. Yang bisa digunakan apa, ya individu yang memang diberikan kesempatan oleh Direksi untuk diberikan pendidikan, yang namanya beasiswa," katanya.

Seperti diketahui, Erick terus melakukan pekerjaan 'bersih-bersih' di tubuh perusahaan pelat merah. Setelah dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero), terbaru PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk jadi sasaran Erick selanjutnya.

Erick melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyewaan pesawat jenis ATR 72-600. Laporan itu disampaikannya langsung kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Menurut Erick, penyewaan pesawat di perseroan terindikasi korupsi berdasarkan audit investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Memang dalam proses pengadaan pesawat terbangnya, leasing-nya, itu ada indikasi korupsi dengan merek yang berbeda-beda. Khususnya hari ini ATR 72-600," ujar Erick dalam keterangan pers.

"Ini yang tentu juga kami serahkan bukti-bukti audit investigasi, bukan tuduhan," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sah! Erick Thohir Angkat Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading