Pemerintah Mau Naikkan Harga LPG 3 Kg, Segawat Itu kah APBN?

News - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
05 April 2022 18:45
Pekerja melakukan sejumlah tahap pengisian LPG pada tabung 3 Kg di SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji), Srengseng, Jakarta, Senin (15/11/2021).  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengkaji untuk menaikkan harga jual Liquefied Petroleum Gas(LPG) 3 kilo gram (kg) atau yang dikenal dengan gas 'melon'. Meskipun belum dalam waktu dekat, kenaikan harga gas LPG 3 kg bisa mengurangi nomboknya Pertamina.

Pemerintah sedang berlomba dengan harga komoditas yang terus naik. Pada Maret 2022 harga minyak Indonesia (ICP) sudah mencapai US$ 114,77 per barel, nyaris melonjak 2x lipat dari yang ditetapkan APBN 2022 sebesar US$ 63 per barel.

Di sisi lain, konsumsi LPG 3 kg terus meningkat. Dari 6,3 juta ton pada tahun 2017, konsumsi LPG 3 kg di masyarakat telah naik menjadi 7,5 juta ton pada tahun 2021. Pada tahun 2022 pun pemerintah dalam APBN 2022 memprediksi konsumsi LPG akan mencapai 8 juta ton.


Di tengah pacuan harga komoditas yang terus naik dan konsumsi yang melonjak, harga LPG 3 kg masih ditahan. Bahkan, sejak 2007 harga LPG 3 kg ini tidak mengalami kenaikan. Sementara gas non subsidi  dalam beberapa bulan belakangan ini telah naik sebanyak 2 kali yaitu pada Desember 2021 dan Februari 2022.

Sehingga, ada potensi PT Pertamina (persero) "nombok" lebih besar jika harga gas LPG 3 kg masih tetap dipertahankan.

Saat ini harga LPG 3 kg dijual di kisaran Rp 21.000 per tabung atau Rp 7.000 per kg. Padahal, harga LPG non subsidi harganya senilai Rp 15.500 per kg. Ini artinya, ada selisih Rp 8.500 per kg antara harga LPG subsidi dan non subsidi.

Hitung-hitungannya, Pertamina harus siap nombok terlebih dahulu sebesar Rp 61,69 triliun dari selisih harga LPG 3 kg saat ini dan proyeksi konsumsi pada tahun 2022, meskipun pada akhirnya akan dikembalikan pemerintah saat pembayaran subsidi setelah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lantas, bagaimana dengan subsidi LPG tahun ini? Apakah subsidi akan jebol besar bila pemerintah tak menaikkan harga LPG 3 kg?

Mengutip nota keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), subsidi energi LPG 3 kg dianggarkan sebesar Rp 66,3 triliun pada tahun 2022. Jumlah ini naik Rp 16,4 triliun atau 32,87% dari outlook tahun 2021. 

Dengan anggaran Rp 66,3 triliun, artinya pemerintah memberi subsidi Rp 9.135 per kg untuk LPG 3kg. Dengan asumsi harga pasar atau keekonomian sebesar Rp 15.500 per kg, dengan subsidi sudah diberikan sekitar Rp 9.135 per kg dan harga jual Rp 7.000 per kg, maka seharusnya masih ada selisih kelebihan subsidi sebesar Rp 635 per kg.

Oleh karena itu, pemerintah sebenarnya belum memiliki urgensi untuk menaikkan harga LPG tabung subsidi dalam waktu dekat. Apalagi, di tengah tingginya harga sembako saat ini. Kecuali, bila harga keekonomian LPG lebih tinggi lagi dari asumsi tersebut.

Sebelumnya, sinyal kenaikan harga LPG 3 kg diutarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Dia mengatakan, rencana kenaikan harga LPG 3 kg ini akan dilakukan secara bertahap.

"Jadi overall ya akan terjadi nanti (kenaikan), karena itu Pertamax, Pertalite. Premium belum. mengenai gas (LPG) yang 3 kg itu kita bertahap. Jadi 1 April, nanti Juli, nanti bulan September, itu semua bertahap dilakukan oleh pemerintah," tuturnya usai uji coba pengoperasian Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (1/4/2022).

Senada dengan Luhut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih melakukan kajian terhadap harga LPG ukuran tabung 3 kilogram.

Hal itu disampaikan Airlangga menjawab pertanyaan wartawan perihal rencana kenaikan Pertalite dan elpiji 3 kg seusai mengikuti sidang kabinet paripurna tentang antisipasi situasi dan perkembangan ekonomi dunia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022).

"Saat sekarang kita masih mengkaji. Setelah kita kaji, kita akan umumkan. Tetapi saat sekarang belum," katanya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masyarakat Masih Susah, Masa Harga LPG 3 Kg Mau Naik?


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading