Internasional

Mayoritas Warga AS Setuju Kirim Pasukan Ke Dekat Ukraina

News - fsd, CNBC Indonesia
01 April 2022 16:11
Presiden AS Joe Biden, Jumat (25/3) bertemu dengan pasukan Amerika selama kunjungannya ke Polandia untuk mendukung tanggapan sekutu terhadap krisis kemanusiaan dan hak asasi manusia. (REUTERS/EVELYN HOCKSTEIN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas penduduk Amerika Serikat setuju untuk mengerahkan lebih banyak pasukan ke pihak aliansi NATO di Eropa Timur.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos, secara bipartisan, yakni dari kedua partai AS, sebanyak 55% warga Amerika mendukung mosi tersebut sebagai tanggapan atas serangan Rusia ke Ukraina yang kini sudah memasuki minggu keenam.

Presiden Joe Biden sebenarnya telah mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke Eropa untuk mendukung sekutu yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) karena prihatin atas tindakan Moskow terhadap tetangganya yang jauh lebih kecil.


Akan tetapi, Biden juga telah menjelaskan secara tegas bahwa tidak ada pasukan AS yang akan dikirim secara langsung ke tanah Ukraina, meskipun di saat bersamaan Washington memasok senjata ke Kyiv dan secara agresif memberikan sanksi kepada Rusia yang menargetkan ekonomi, para oligarki, dan lingkaran dalam Kremlin. Sanksi tersebut termasuk larangan impor minyak Rusia dari AS.

Secara partisan, sekitar 61% dari warga AS yang terafiliasi dengan Partai Demokrat dan 54% dari Partai Republik mendukung pengerahan pasukan lebih lanjut ke negara-negara NATO, ungkap hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada awal pekan ini.

Pada hari Selasa (29/3) lalu, Pentagon mengumumkan gelombang baru pengiriman pasukan AS dan perangkat keras militer kepada pihak sekutu NATO, termasuk 10 jet F-18 dan lebih dari 200 personel angkatan laut ke wilayah Eropa timur, termasuk Lithuania.

Saat ini ada lebih dari 100.000 tentara AS di Eropa, naik dari sekitar 80.000 sebelum pasukan Rusia pindah ke Ukraina.

Jajak pendapat juga mengungkapkan 61% orang Amerika merasa sanksi AS terhadap Rusia sepadan dengan harga biaya bahan bakar yang lebih tinggi - bahkan setelah harga bensin melonjak tajam sejak perang meletus.

Pandangan ini hampir tidak berubah dari jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan sebulan sebelumnya, meskipun harga bensin telah melonjak hampir 20% sejak saat itu menjadi US$ 4,24 per galon, menurut klub mobil AAA.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa sekitar 47% orang Amerika menyetujui bagaimana Biden menangani krisis Ukraina, jauh di atas kepuasan warga AS terhadap cara Biden menanggulangi situasi ekonomi, di mana yang setuju hanya 39%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Siaga Perang 16 Februari, AS Cs Pindahkan Kedutaan di Ukraina


(fsd/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading