Internasional

WHO Bawa Kabar Nggak Enak Lagi Soal Covid-19, Apa Itu?

News - sef, CNBC Indonesia
31 March 2022 06:20
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali membawa kabar kurang baik soal perkembangan Covid-19 global. Lembaga PBB itu mencatat jumlah kematian warga kembali melonjak lebih dari 43%, setelah turun 23%, di pekan keempat Maret 2022.

Kematian baru Covid-19 tercatat lebih dari 45.711 di seluruh dunia pekan lalu. Meski demikian, kasus mingguan baru mengalami penurunan setelah melonjak dua pekan berturut-turut, turun 14% menjadi 10,8 juta dibanding sebelumnya.


Menurut WHO, kenaikan kasus kematian disebabkan dua hal. Yakni perubahan definisi kematian Covid-19 di Amerika, di antaranya Chili dan AS. Ini juga terkait penyesuaian data di India, di mana 4.000 kematian ditambahkan dari negara bagian Maharashtra.

"Kemungkinan didorong oleh perubahan dalam definisi kematian Covid-19 di beberapa negara di wilayah Amerika dan penyesuaian retrospektif yang dilaporkan dari India," tegas WHO.

WHO sendiri telah berulang kali mengatakan bahwa data jumlah kasus Covid-19 saat ini kemungkinan besar meremehkan prevalensi virus corona. Badan tersebut memperingatkan negara-negara dalam beberapa pekan terakhir agar tidak "mengurangi" upaya pengujian komprehensif dan tindakan pengawasan lainnya, dengan mengatakan bahwa hal itu akan melumpuhkan upaya untuk melacak penyebaran secara akurat dari virus.

"Data menjadi semakin kurang representatif, kurang tepat waktu, dan kurang kuat," kata WHO.

"Ini menghambat kemampuan kolektif kita untuk melacak di mana virus itu berada, bagaimana penyebarannya, dan bagaimana perkembangannya, informasi dan analisis yang tetap penting untuk diakhiri secara efektif."

Mengutip Worldometers, dari awal Covid-19 mewabah ada 4,8 juta kasus terkonfirmasi hingga sekarang dengan 6,1 kematian. Namun sebanyak 421 juta warga dunia berhasil sembuh.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kronologis Skandal WHO: dari Jepang, Filipina dan Rasisme


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading