RI Impor Pulpen, Kapur, Krayon Sampai Rp 766 Miliar

News - Maesaroh, CNBC Indonesia
28 March 2022 19:56
Infografis: Jokowi Bilang Kita Bodoh, Ini Daftar Barang Impor RI Foto: Infografis/Jokowi Bilang Kita Bodoh, Ini Daftar Barang Impor RI/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masih mengimpor peralatan kantor dalam nilai ratusan miliar rupiah meskipun sudah mampu membuat peralatan sendiri. Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), impor kelompok peralatan tulis seperti krayon, isi pensil,  pulpen, pensil, hingga kapur tulis menembus US$ 53,95 juta atau Rp 766 miliar.

Padahal, investor lokal dan asing sudah membangun pabrik pulpen dan pensil di dalam negeri seperti Faber-Castell Indonesia dan PT Pilot Pen Indonesia.

Harga pulpen dalam negeri juga terbilang murah. Berdasarkan penelusuran di Shopee, dalam store resmi mereka, pulpen pilot dihargai Rp 19.734 untuk satu lusin. Faber-Castell Tripen Dark Set isi enam buah dijual dengan Rp 10.400.
Namun, harga pulpen impor juga tidak kalah murah. Harga pena gel Mimi impor dijual Rp 487 per buah. Pulpen Maze BP-327 isi 12 buah hanya dijual dengan harga Rp 4.725.



Berdasarkan data BPS, impor peralatan tulis terbesar adalah untuk pena dan marker felt tipped serta pena dan marker porous-tipped lainnya. Pada tahun 2021,nilai impor peralatan produk tersebut mencapai US$ 9,09 juta atau sekitar Rp 129 miliar.
Produk peralatan tulis kantor yang juga memiliki nilai impor tinggi adalah tangkai pena (US$ 9,08 juta), krayon ( US$5,02 juta), pena dan ujung pena yang terbuat dari non emas (US$ 4,87 juta), dan kapur tulis (US$ 4,71 miliar).
Produk dengan nilai impor besar lainnya adalah pulpen yakni US$ 4,26 juta atau Rp 61 miliar. Nilai impor selain pena stilograf dan pena lainnya mencapai US$4.07 juta dan isi ulang pensil senilai US$2,56 juta.


Presiden Joko Widodo pun mengungkapkan kejengkelannya karena masih maraknya barang impor, terutama untuk pengadaan barang dan jasa pemerintahan. Di hadapan para gubernur, bupati, dan walikota, Presiden mengaku sedih dan heran, apalagi dengan besarnya anggaran pengadaan barang dan jasa.

Seandainya saja, kata dia, pengadaan barang dan jasa pemerintahan secara konsisten membeli produk buatan industri dan UKM dalam negeri, akan memacu pertumbuhan ekonomi.

"Kok enggak kita lakukan, bodoh sekali kita kalau enggak melakukan ini. Malah beli barang-barang impor, mau kita terus-teruskan, ndak. Ndak bisa," kata Presiden saat memberi arahan dalam acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/3/2022).

Berdasarkan penelusuran, e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyediakan perlengkapan kantor seperti mesin absensi, netbook, hingga proyektor.
Sebagai perbandingan, layar proyektor produk dalam negeri (PDN) 60 inch dijual dengan harga Rp 740.000 sementara produk impor ukuran 70 inch dijual dengan harga Rp 464.000.
Mesin fotokopi impor dijual dengan harga bervariasi dengan harga termurah Rp 14,8 juta sementara mesin fotokopi produk dalam negeri hanya tersedia satu buah dengan harga Rp 44, 59 juta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fenomena 'Kantor Hantu'? Hampir 1/4 Ruang Kantor DKI Kosong


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading