Kapan Pandemi Covid Berakhir? Ini Kabar Terbaru dari WHO

News - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
28 March 2022 09:38
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 diprediksi akan segera berakhir. Hal ini bisa terjadi apabila kondisi dunia sesuai prediksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada akhir Februari lalu, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan fase bahaya akibat Covid-19 bisa selesai pada pertengahan 2022. Akan tetapi ada dua syarat yang bisa membuat prediksi ini terwujud.

Pertama, tingkat vaksinasi di beberapa negara sudah sangat tinggi dan harus lebih didistribusikan secara merata. Kedua, keparahan gejala Covid-19 yang dibawa varian Omicron tidak seberat varian-varian sebelumnya.


Meski fase akut pandemi berakhir, Tedros mengingatkan dunia agar harus bersiap untuk potensi lebih banyak varian yang muncul di masa depan. Bahkan, kata dia, kondisi ideal untuk varian yang lebih menular dan lebih berbahaya bisa terjadi.

Direktur Darurat WHO Michael Ryan mengatakan 2022 akan menjadi titik balik pandemi yang bisa berubah statusnya menjadi endemi. Menurut KBBI, endemi berarti penyakit yang berjangkit di suatu daerah atau pada suatu golongan masyarakat.

"Apa yang perlu kita lakukan adalah mencapai tingkat kejadian penyakit yang rendah dengan vaksinasi maksimum dari populasi kita sehingga tak ada yang harus mati. Itulah akhir dari keadaan darurat dalam pandangan saya. Itulah akhir dari pandemi," kata Ryan dikutip dari CNBC Internasional.

Varian Baru

Varian gabungan delta dan Omicron tersebut sudah dikonfirmasi kemunculannya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak pekan pertama Maret 2022.

Dalam konferensi pers, pimpinan teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove mengonfirmasi adanya hibrida atau rekombinan varian Delta dan Omicron berdasarkan laporan dari para ilmuwan. Maria mengatakan bahwa meskipun tingkat deteksinya masih sangat rendah, banyak negara sedang mengawasi lebih lanjut terkait hibrida virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! WHO Sebut Kasus Omicron Naik 2 Kali Lipat dalam 3 Hari


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading