Economic Outlook 2022

Sri Mulyani Buka-bukaan soal PPN Naik Jadi 11% per April 2022

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
22 March 2022 11:41
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara CNBC Indonesia Economic Outlook, Selasa (22/3). (CNBC Indonesia/Tri Susilo))

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) pada 1 April 2022 menuai kontroversi. Banyak pihak yang meminta agar rencana tersebut ditunda karena berbarengan dengan lonjakan harga sembako.

Hal ini turut menjadi pertanyaan Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022, Selasa (22/3/2022)


Sri Mulyani menjelaskan kebijakan pajak saat ini dibutuhkan untuk membangun negara dan membantu masyarakat.

"Kita lihat keseluruhan. Kita menciptakan sebuah rezim pajak adil yang kuat. Kita butuh pajak kuat untuk nyusahin rakyat? tidak. Kita pajak untuk bangun rakyat. RS, infrastruktur listrik dan LPG yang anda pakai itu ada subsidinya," ujarnya.

"Jangan bilang saya gak makan jalan tol dan lain-lain, tapi banyak instrumen pajak masuk ke masyarakat. Anda pakai LPG, naik motor dan ojek itu ada elemen subsidi. Sebuah elemen pajak yang kuat untuk menjaga rakyat," jelas Sri Mulyani.

PPN naik secara bertahap, menjadi 11% pada 2022 dan 12% pada 2025. Menurut Sri Mulyani masih lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara lain.

Sri Mulyani juga memastikan kebijakan tersebut akan berjalan sesuai rencana atau tidak ada penundaan. "Jadi kalau pemerintah ada penerimaan kita kembalikan ke rakyat. Apakah bansos yang ditebalkan. Masyarakat yang punya kemampuan urunan untuk ekonomi Indonesia. ini kita coba komunikasikan," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bu Sri Mulyani Help! Rakyat Tercekik, PPN Jangan Naik Dulu


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading