Presiden Ukraina: Rusia Bakal Rugi Untuk Beberapa Generasi!

News - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
20 March 2022 08:25
Presiden Joe Biden bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, Rabu (1/9/2021). (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan kepada Rusia untuk membayangkan 14.000 tewas dan puluhan ribu cacat jika invasi negaranya berlanjut.

Presiden Ukraina telah memperingatkan Rusia bahwa melanjutkan invasi akan memakan korban selama beberapa "generasi" setelah puluhan ribu menghadiri acara nasionalis untuk mendengarkan pidato Presiden Vladimir Putin.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan hal tersebut, usai mendengar adanya rapat umum massal diadakan untuk mendukung pasukan Rusia di Moskow pada malam sebelumnya.

Memperhatikan 200.000 orang yang dilaporkan telah menghadiri rapat umum itu serupa dengan jumlah pasukan Rusia yang dikerahkan ke Ukraina, Zelenskyy mengatakan acara hari Jumat di Moskow menggambarkan taruhan tinggi dari konflik darat terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

"Bayangkan sendiri bahwa di stadion di Moskow itu ada 14.000 mayat dan puluhan ribu lainnya terluka dan cacat. Itu adalah biaya Rusia selama invasi," kata pemimpin Ukraina itu dikutip dari Aljazeera.com, Minggu (20/3/2022).

Putin memberikan pujian pada pasukan militer negaranya selama unjuk rasa pengibaran bendera pada Jumat, yang berlangsung pada peringatan pencaplokan Krimea oleh Rusia tahun 2014 dari Ukraina. Acara tersebut termasuk lagu-lagu patriotik seperti "Made in the USSR", dengan baris pembuka "Ukraina dan Krimea, Belarus dan Moldova, itu semua negara saya".

"Kami sudah lama tidak memiliki persatuan seperti ini," kata Putin kepada kerumunan yang bersorak-sorai.

Naik ke panggung di mana sebuah tanda bertuliskan "Untuk dunia tanpa Nazisme", dia mencerca musuh-musuhnya di Ukraina dengan klaim bahwa mereka adalah "neo-Nazi" dan bersikeras bahwa tindakannya diperlukan untuk mencegah "genosida".

Unjuk rasa itu terjadi ketika Rusia menghadapi kerugian yang lebih besar dari perkiraan di medan perang dan pemerintahan yang semakin otoriter di dalam negeri. Polisi Rusia telah menahan ribuan pengunjuk rasa antiperang.

Pertempuran berkecamuk di berbagai front di Ukraina lebih dari tiga minggu setelah invasi Rusia pada 24 Februari.

Pinggiran kota barat laut Kyiv seperti Bucha, Hostomel, Irpin dan Moshchun diserang pada hari Sabtu, pemerintah daerah Kyiv melaporkan. Kota Slavutich, 165 km (103 mil) utara ibu kota, "benar-benar terisolasi", kata pemerintah.

Di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung, tempat beberapa penderitaan terbesar perang, pasukan Ukraina dan Rusia bertempur di pabrik baja Azovstal, salah satu yang terbesar di Eropa, Vadym Denysenko, penasihat menteri dalam negeri Ukraina, mengatakan pada hari Sabtu.

Pejabat Ukraina dan Rusia sepakat untuk membangun 10 koridor kemanusiaan untuk membawa bantuan masuk dan keluar - satu dari Mariupol dan beberapa di sekitar Kyiv dan di wilayah Luhansk timur, kata Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas! Sebar Berita Palsu Soal Rusia Bakal Dipenjara Mr Putin


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading