Internasional

Korut Uji Coba Rudal, Pasukan AS di Korsel Tak Tinggal Diam

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 March 2022 18:10
This photo provided by the North Korean government shows a ballistic missile launched from a submarine Tuesday, Oct. 19, 2021, in North Korea. North Korea announced Wednesday, Oct. 20, 2021 that it had tested a newly developed missile designed to be launched from a submarine, the first such weapons test in two years and one it says will bolster its military’s underwater operational capability. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel) mulai meningkatkan intensitas latihan untuk sistem pertahanan udara rudal Patriot. Hal ini dilakukan setelah tersiar kabar Korea Utara (Korut) akan kembali melakukan uji coba rudal jarak jauhnya.

"Peningkatan signifikan DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) dalam aktivitas uji coba misilnya merusak perdamaian, keamanan, dan mengacaukan kawasan Asia Timur Laut," kata Pasukan AS Korea (USFK), Selasa (15/3/2022), dikutip dari Reuters.

"Kendati jenis pelatihan ini secara rutin dilakukan oleh Patriot AS ... peningkatan intensitas yang terjadi menggarisbawahi keseriusan USFK terhadap perilaku peluncuran rudal DPRK baru-baru ini," kata USFK.


Seorang juru bicara kementerian pertahanan Korsel mengatakan pihaknya juga memantau dengan cermat pergerakan Korut dan mempertahankan postur kesiapan gabungan yang kuat dengan militer AS.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat di tengah spekulasi Korut akan menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbesarnya pada minggu ini dalam jarak penuh. Hal ini sekaligus melanggar moratorium yang diberlakukannya sendiri pada 2017 untuk uji coba rudal jarak jauh dan nuklir.

Pada Jumat lalu, Washington dan Seoul mengatakan dalam pengumuman bersama yang langka bahwa Pyongyang telah menggunakan ICBM terbesar yang pernah ada dalam dua peluncuran baru-baru ini, dengan kedok persiapan peluncuran satelit.

Tetapi peluncuran itu tidak menunjukkan jangkauan penuh rudal dan analis mengatakan Korut mungkin hanya menggunakan satu tahap rudal atau menyesuaikan volume bahan bakarnya untuk terbang di ketinggian yang lebih rendah.

Adapun, sistem rudal Hwasong-17 diresmikan pada parade militer pada tahun 2020 dan muncul kembali pada pameran pertahanan pada Oktober 2021.

Sementara itu, militer AS di Jepang pada Selasa menerbangkan pesawat mata-mata RC-135S Cobra Ball di atas semenanjung Korea, sehari setelah mengirim pesawat pengintai RC-135V Rivet Joint, menurut laporan kantor berita Yonhap, mengutip situs web pelacakan penerbangan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia-Ukraina Minggir, Korsel Tembak Peringatan ke Korut


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading