Bukan Nakutin! Sri Mulyani Ungkap Sederet Masalah Ancam RI

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
11 March 2022 15:30
Menteri Keuangan Sri Mulyani Orasi Ilmiah dalam Rangka Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 UNS. (Tangkapan Layar Youtube Universitas Sebelas Maret) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Orasi Ilmiah dalam Rangka Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 UNS. (Tangkapan Layar Youtube Universitas Sebelas Maret)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proses pemulihan ekonomi tidak selalu berjalan mulus dan mudah. Sebab, masih dihadapkan pada tantangan ketidakpastian.

"Pemulihan ekonomi bukan proses yang mulus dan mudah. Banyak tantangan yang bisa menimbulkan guncangan dalam jalur pemulihan," ujarnya dalam Dies Natalis ke-46 UNS, Jumat (11/3/2022).

Tantangan ini terutama yang berasal dari luar negeri seperti ancaman inflasi hingga kondisi geopolitik yang saat ini tengah terjadi. Ini menyebabkan proses pemulihan di berbagai negara menjadi tak merata.

"Transisi pandemi menjadi endemi yang tak merata, gejolak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga komoditas secara ekstrem dan ditambah dengan distrupsi rantai pasok global yang telah menyebabkan tekanan inflasi global yang tinggi," kata dia.

Ia menambahkan, tak hanya itu tantangan pemulihan ekonomi juga dihadapkan pada ancaman perubahan iklim. Ini menjadi isu yang nantinya bisa membahayakan jika tidak diantisipasi sejak dini.

"Perubahan iklim adalah tantangan yang harus dijawab secara dini dan dipersiapkan secara teliti baik dari sisi teknologi, policy, dan keuangan," jelasnya.

Oleh karenanya, pemerintah harus terus mencari formulasi untuk bisa mengantisipasi segala tantangan yang bisa mengancam proses pemulihan ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah dengan mendorong pemulihan yang merata di seluruh dunia sehingga ketimpangan yang saat ini terjadi bisa terselesaikan.

"Recover together, recover stronger dan penataan kembali ekonomi global pasca pandemi di tengah persaingan yang meruncing yang makin kompleks dan makin terbelah oleh kepentingan geopolitik menjadi sangat penting dilakukan," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi RI Q3 Lesu, Sri Mulyani Pede Bakal Nanjak Lagi!


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading