Efek Perang Makin Parah, Merembet ke Harga Tiket Pesawat!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
10 March 2022 19:56
Puluhan penumpang mengantre di loket validasi syarat berkas kesehatan penumpang di Terminal 2 Keberangkatan Domestik, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (24/12/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia sudah tembus rekor dalam beberapa waktu yang lalu. Hal ini juga berpengaruh terhadap peningkatan harga avtur dan efeknya menekan ke industri penerbangan dalam negeri. Efek lanjutannya kenaikan harga tiket pesawat bakal tak bisa dihindari.

Menurut Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial and Trading Pertamina Irto Ginting menjelaskan kalau harga avtur itu disesuaikan secara berkala oleh Pertamina. Sehingga maskapai akan mengerti jika terjadi lonjakan harga avtur saat ini sebagai efek kenaikan harga minyak mentah.

"Untuk harga avtur itu disesuaikan secara berkala. Jadi maskapai juga paham kalau penyesuaiannya itu berkala," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (10/3/2022).


Menurut dia penyesuaian harga yang sudah dilakukan mempertimbangkan harga minyak dunia, juga kurs dolar terhadap rupiah. Namun belum ada patokan berapa kenaikan yang terjadi secara rata-rata harga avtur di berbagai bandara di Indonesia.

"Penentuan harga juga sudah sesuai dengan ketentuan dari Keputusan Menteri ESDM," jelasnya.

Berdasarkan data Pertamina, harga avtur itu berbeda untuk tiap wilayah. Penentuan harga juga dilakukan setiap dua minggu sekali. Namun berdasarkan pantauan, harga avtur memang mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

Ambil contoh harga avtur di Bandara Soekarno Hatta (CGK), Tangerang. Harga jual avtur yang dipatok untuk penerbangan domestik pada periode 1-14 Desember 2021 dipatok dengan harga Rp 10.599 per liter atau US$ 74 per liter, termasuk pungutan pajak.

Sementara untuk penyesuaian harga per 1 - 14 Maret 2022 pada lokasi bandara yang sama kini sudah mencapai US$ 11.967 per liter atau US$ 83,5 per liter termasuk pungutan pajak. Artinya jika dihitung secara kasar ada lonjakan harga sekitar 13% pada periode itu.

Begitu juga harga avtur di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang juga mengalami peningkatan harga dari US$ 82,1 per liter atau Rp 11.702 per liter pada periode 1 - 14 Desember, menjadi US$ 87,8 per barel atau Rp 12.585 per liter.

Melihat adanya peningkatan harga avtur ini. Direktur Utama Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra masih belum mau berkomentar lebih banyak. Saat ini pihaknya masih mengkaji kenaikan harga avtur ini dalam konteks efek pada kenaikan harga tiket pesawat.

"Sementara kita masih telaah lebih dalam," kata Irfan kepada CNBC Indonesia.

Pengamat Penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati, mengatakan kenaikan harga minyak dunia akan berpengaruh terhadap harga avtur. Ini bisa menjadi ancaman terhadap industri penerbangan.

"Tiap kenaikan US$ 1 saja itu menggerus pengeluaran (maskapai). Mungkin di Indonesia saat ini masih hitung-hitung lagi sebulan dua bulan. Saat ini masih bisa bernapas paling tidak sampai lama tapi kalau lama (kenaikan harga minyak mentah) itu bisa berdampak," jelasnya.

"Padahal baru saja ada omicron, lalu kabar baik gak ada PCR dan Antigen, sekarang kena hantaman lagi ini (kenaikan harga minyak," tambahnya.

Menurut Arista maskapai harus mensiasati atau melakukan mitigasi terhadap peningkatan harga avtur ini. "Jangan leha-leha tunggu dari Kemenhub harus apa, ini harus dimitigasi," jelas Arista.

Dari kondisi ini imbas akhirnya tentu pada kenaikan harga tiket. Menurut Arista, jika ada peningkatan harga avtur tentunya harga tiket akan naik mendekati batasan atas.

"Larinya tentu ke harga tiket, sekarang ada tarif batas atas kalau harga (minyak) nggak turun turun. Mungkin perhubungan masih hitung prediksi harga berapa lalu nanti di-setting harga berapa. Tapi Tahunya ada gencatan atau perang terbuka di Ukraina. Malah naik lagi. Makanya otoritas ini masih wait and see," jelasnya Arista.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Tiket Pesawat Mulai Beterbangan, JKT-Solo Tembus Rp2 JT


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading