Internasional

Saudi-UEA Tolak Telepon AS Soal Sanksi Minyak Rusia, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 March 2022 13:15
In this photo provided by the Saudi Royal Palace, Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman speaks during the Green Initiative Summit in Riyadh, Saudi Arabia, Monday, Oct. 25, 2021. (Bandar Aljaloud/Saudi Royal Palace via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan menolak panggilan telepon yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden soal sanksi minyak Rusia. Hal ini menimbulkan pesimisme bahwa negara-negara tersebut akan membantu suplai minyak dunia saat Washington menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Dalam laporan Wall Street Journal, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman dilaporkan bahkan telah menolak panggilan AS selama beberapa minggu ini. Padahal, Washington meminta tambahan keran minyak yang dimiliki negara itu.

"Ada ekspektasi dalam panggilan telepon Presiden Biden dengan MBS (singkatan nama Mohammed Bin Salman), namun itu tidak terjadi," ujar salah seorang pejabat AS dikutip Kamis, (10/3/2022).


Hal serupa juga dilakukan oleh UEA. Pangeran Mohammed Bin Zayed Al Nahyan dilaporkan menolak telepon Biden ini. Abu Dhabi tidak mengatakan sebab pastinya, namun menyebut panggilan tersebut akan diatur kembali.

Hubungan antara AS dengan Saudi dan UEA sendiri mengalami penurunan sejak Biden berkuasa. Biden diketahui melontarkan tuduhan bahwa MBS merupakan biang keladi dari pembunuhan jurnalis Jamal Khassogi. Bahkan, dalam kampanye pencalonannya, Biden menyebut Riyadh sebagai kerajaan pariah.

Dengan UEA, Abu Dhabi dilaporkan kecewa dengan keputusan Biden yang tak kunjung menetapkan pemberontak Houthi di Yaman sebagai kelompok teroris. Pasalnya, kelompok ini masih terus meluncurkan serangan yang membawa kekhawatiran bagi Negeri Petrodollar itu.

Sementara itu, keduanya juga memiliki masalah terkait Iran. Baik Saudi maupun UEA disebut-sebut tidak setuju dengan pemulihan kesepakatan nuklir JCPOA yang sebelumnya dianulir Presiden Biden.

Hingga hari ini, AS masih menjalin hubungan dengan beberapa negara penghasil minyak. Ini untuk mengamankan suplai dunia saat negara itu menjatuhkan sanksi terhadap Rusia yang melakukan serangan ke Ukraina. Tak hanya Saudi dan UEA, Negeri Paman Sam dilaporkan juga menghubungi Iran dan Venezuela yang saat ini masih dalam sanksi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh PM Thailand Tiba-tiba ke Arab Saudi, Ada Apa?


(tps/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading