Turis ke Bali Kini Cuma Wajib PCR, Tak Perlu Karantina

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
08 March 2022 15:10
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (Dok: BPP HIPMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang bertolak ke Bali dipastikan tak perlu lagi untuk menjalani masa karantina seperti sebelumnya.

Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 13/2022 yang diteken Ketua Satgas Letjen TNI Suharyanto pada hari ini, Selasa (8/3/2022).


Aturan ini merupakan relaksasi terhadap protokol kesehatan perjalanan luar negeri yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bali, Batam dan Bintan.

"Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 8 Maret 2022 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian," tulis SE tersebut.

Dalam aturan tersebut disebutkan, PPLN saat kedatangan entry point wajib mengikuti beberapa persyaratan. Mulai dari mematuhi protokol hingga sudah mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan mengisi e-HAC Indonesia.

Mereka juga diwajibkan menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin Covid-19 dosis kedua minimal 14 hari sebelum keberangkatan, dan telah terverifikasi di website Kementerian Kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.

PPLN juga hanya tinggal menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara/wilayah asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.

PPLN yang bukan berasal dari Bali, Batam dan Bintan wajib menunjukkan bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran paket wisata atau tempat akomodasi penginapan.

Untuk PPLN yang berstatus sebagai Warga Negara Asing (WNA), wajib menunjukkan visa dan bukti kepemilikan asuransi kesehatan pembiayaan Covid-19 minimal setara 2.000 SGD.

Adapun untuk PPLN yang berdomisili di Bali, Batam, dan Bintan hanya diwajibkan menunjukkan bukti kartu identitas atau KTP berdomisili asli.

Adapun SE ini menegaskan setelah pengambilan sampel RT-PCR saat kedatangan, PPLN Khusus Bali, Batam, dan Bintan wajib melanjutkan pemeriksaan dokumen keimigrasian dan dokumen bea cukai.

Kemudian, pengambilan bagasi dan desinfeksi bagasi;, penjemputan dan pengantaran langsung ke hotel, tempat akomodasi penginapan, atau tempat tinggal.

PPLN wajib menunggu hasil pemeriksaan RT-PCR di kamar hotel, kamar pada tempat akomodasi penginapan, atau tempat tinggal; dan tidak diperkenankan untuk meninggalkan kamar hotel atau kamar tempat akomodasi penginapan sebelum hasil pemeriksaan RT-PCR menunjukkan hasil negatif.

Khusus bagi PPLN yang merupakan masyarakat domisili Bali, Batam, dan Bintan dan akan menunggu hasil pemeriksaan RT-PCR di tempat tinggalnya serta tidak diperkenankan untuk melakukan interaksi dengan orang lain sebelum hasil pemeriksaan RT-PCR menunjukkan hasil negatif;

Jika hasil pemeriksaan RT-PCR pada saat kedatangan di entry point PPLN sebagaimana dimaksud dalam huruf h menunjukkan hasil negatif, maka PPLN Khusus Bali, Batam, dan Bintan dapat melanjutkan dengan melaksanakan kegiatan sesuai paket wisata atau rencana perjalanan yang telah ditetapkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat serta dianjurkan untuk melakukan pemantauan mandiri terhadap gejala COVID-19 selama 14 hari.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wajib PCR & Antigen Dihapus untuk Perjalanan Darat-Laut-Udara


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading