Presiden Prancis Tuding Rusia Banyak Bohong Soal Ukraina

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
03 March 2022 15:00
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Moskow, Rusia, Senin, 7 Februari 2022. (Sputnik/Kremlin via REUTERS0

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam pernyataan pemerintah Rusia yang disebutnya sebagai kebohongan dan pembenaran atas aksi negara itu menyerang Ukrania. Kecaman disampaikan Presiden Macron pada Rabu (2/3/2022) waktu setempat.

Mengutip Reuters, Macron mengaku akan terus berusaha berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Akan tetapi, dia menyebut Rusia kini sudah terbukti mengkhianati komitmen internasionalnya karena memilih menyerang Ukraina.

"Rusia mengkhianati komitmen internasionalnya satu demi satu, karena Presiden Putin memilih perang (melawan Ukraina). Perang ini sebenarnya bukan konflik antara Barat dan Rusia, seperti yang dipercaya sebagian dari kita. Tidak ada pangkalan NATO di Ukraina. Itu adalah kebohongan. Rusia tidak diserang, tapi mereka menyerang. Saat ini juga tidak ada perang melawan paham Nazi. Itu semua adalah bohong," kata Macron, dikutip Kamis (3/3).


Pernyataan ini disampaikan Macron menanggapi alasan Rusia yang menyerang Ukraina karena ingin melucuti angkatan senjata di negara itu. Selain itu, Putin sempat berkata ingin menangkap kelompok Neo-Nazi yang dicurigai sedang memimpin Ukraina saat ini.

Macron berkata, ia akan terus membela dan memperjuangkan nilai-nilai yang dijunjung negaranya agar bisa dirasakan masyarakat dunia. Karena itu, dia ingin agar gencatan senjata segera terjadi di Ukraina.

Pada kesempatan yang sama, Macron yang kini sedang bersiap menghadapi pemilu presiden juga menyebut negaranya pasti terdampak serangan militer di Ukraina. Dampak yang akan dirasakan muncul dari kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas.

"Ke depannya biaya untuk mengisi tangki mobil, membayar tagihan pemanas, dan harga beberapa produk pasti akan naik," katanya.

Macron juga berkata, konflik di Ukraina saat ini menandakan dimulainya era baru di Eropa. Perang Eropa tak lagi hanya bisa ditemui di buku-buku sejarah, tapi bisa dilihat langsung kejadiannya di Ukraina saat ini.

"Perang di Eropa bukan hanya milik buku-buku sejarah lagi, perang itu ada di sini," katanya.

Terakhir, dia mengatakan ingin membuat Prancis tidak terlalu bergantung pada sumber energi asing di masa depan. Salah satu caranya, Macron ingin segera membangun pembangkit nuklir baru.

Macron juga berjanji akan mendorong Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia. "Perang di Ukraina menandai kehancuran bagi benua kita dan generasi kita," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tensi Rusia Vs Ukraina Memanas, Macron Bakal 'Sowan' Putin


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading