Harga Batu Bara Melonjak, ADRO Ukir Kinerja Positif di 2021

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
03 March 2022 14:40
Adaro akan Lakukan Limited Review Laporan Keuangan

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan PT Adaro Energy IndonesiaTbk (ADRO) mencatatkan laba kotor dan laba inti senilai masing-masing US$1,77 miliar dan US$1,256 miliar sepanjang 2021. Nilai laba kotor dan inti ini tumbuh masing-masing 207% dan 210% secara tahunan (year on year/YoY).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per Desember 2021, nilai laba per saham (EPS) Adaro Energi Indonesia naik menjadi US$ 0,02927 dari sebelumnya senilai US$ 0,00459. Kenaikan EPS perusahaan mencapai 538% secara tahunan.

Selain itu, laba bersih perusahaan tercatat naik 547% secara tahunan menjadi US$1,02 miliar per akhir 2021. Lonjakan laba ini ditopang kenaikan pendapatan usaha pertambangan dan perdagangan batu bara sebesar 62% YoY menjadi US$3,83 miliar, dan pendapatan lain perusahaan sebesar US$65 juta atau naik 35% YoY.


"Kondisi pasar yang kondusif menopang kinerja AEI pada 2021. Kami membukukan profitabilitas yang solid dan berkat hal ini, kami dapat meningkatkan kontribusi terhadap negara melalui royalti dan pajak. Batu bara memang harus mengikuti siklusnya, jadi walaupun kami menyambut baik dengan kondisi yang kondusif ini, kami tak akan goyah dalam fokus terhadap efisiensi dan keunggulan operasional," kata Presiden Direktur dan CEO Adaro Energi Indonesia Garibaldi Thohir dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (3/3/2022).

Sepanjang 2021, Adaro Energy Indonesia tercatat mampu meraih pendapatan usaha bersih sebesar US$ 3,99 miliar atau tumbuh 58% YoY dari sebelumnya US$ 2,53 miliar per Desember 2020. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA perusahaan pada periode yang sama naik 138% menjadi US$2,10 miliar.

Dalam keterangan perusahaan, kenaikan pendapatan ini ditopang kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 70% YoY. Sepanjang 2021 lalu, Adaro Energy Indonesia memproduksi sekitar 52,70 juta ton batu bara dan menjual 51,58 juta ton ke pembeli.

Pengupasan lapisan penutup yang dilakukan perusahaan sepanjang 2021 mencapai 218,90 Mbcm, naik 4% YoY. Kemudian, nisbah kupas sepanjang 2021 mencapai 4,15 kali.

Dari sisi beban, sepanjang 2021 Adaro Energy Indonesia mencatat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi US$2,22 miliar atau tumbuh 14% YoY. Kenaikan ini terjadi karena melonjaknya harga bahan bakar dan pembayaran royalti karena peningkatan harga jual rata-rata batu bara.

Pada saat yang sama, beban usaha perusahaan naik 12% YoY menjadi US$ 185 juta. Marjin EBITDA operasional ada di level sehat dengan rasio 53%. Hal ini terjadi karena Adaro Energy Indonesia berhasil melakukan efisiensi operasional dan mengendalikan biaya.

"Lebih lanjut, kami harus memastikan bahwa bisnis ini akan dapat bertahan di tengah berbagai siklus melalui aktivitas bisnis yang stabil dan berkelanjutan. Kami perkirakan pemulihan ekonomi global akan berdampak positif terhadap industri ini, namun kami tetap waspada terhadap pandemi yang belum juga usai. Kami akan senantiasa meningkatkan keunggulan operasional, pengendalian biaya, dan efisiensi, serta terus mengeksekusi strategi demi keberlanjutan bisnis di jangka panjang," ujarnya.

Total aset perusahaan sebesar US$ 7,587 miliar naik 19% dari periode yang sama tahun lalu. Aset lancar tercatat sebesar US$ 2,838 miliar, sementara aset non lancar tercatat US$ 4,749 miliar.

Total liabilitas ADRO di 2021 naik 29% menjadi US$ 3,129 miliar dari US$ 2,433 miliar pada periode yang sama di 2020. Liabilitas lancar naik 19% menjadi US$ 1,362 miliar terutama karena kenaikan utang dagang dan utang pajak. Liabilitas non lancar naik 37% menjadi US$ 1,767 miliar.

Pada periode yang sama, ekuitas perusahaan naik 13% YoY menjadi US$ 4,458 miliar dibandingkan US$ 3,952 miliar pada 2020. Perusahaan telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) US$ yang lebih rendah dari panduan sebesar US$200 - US$300 juta.

Dengan capaian tersebut, kontribusi Adaro terhadap negara melalui royalti dan pajak yang naik hingga AS$893 juta pada 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Setahun Lagi Habis, Perpanjangan Kontrak Adaro Dievaluasi


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading