Omicron Versi 'Siluman' Ternyata Sudah Masuk RI di Januari!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
27 February 2022 09:31
Warga kelurahan Krukut mengikuti uji test Swab Covid-19 di Kawasan RT yang terkena Covid-19 Kelurahan Kerukut, Tamansari, Jakarta, Senin (10/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seakan tak habis mengeluarkan varian baru, Omicron punya subvarian BA.2 yang juga telah menyebar di beberapa negara dan menyebabkan kenaikan kasus. Ternyata BA.2 juga telah ditemukan di Indonesia.

Dokter Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) mengungkapkan BA.2 sudah ditemukan di Indonesia pada bulan Januari lalu. BA.2 ini diduga lebih menular dari varian Omicron BA.1.

"Subvarian BA.2 ini kejadiannya meningkat di India dan Denmark. Belakangan juga di Indonesia mulai tinggi angka BA.2 ini," kata Erlina, dikutip Minggu (27/2/2022).


"Januari sebenarnya sudah mulai ada, kami di (rumah sakit) Persahabatan merawat pasien kemudian diketahui subvarian BA.2. Tapi dari pasien gejalanya mirip saja dengan BA.1 atau omicron".

Sebagai informasi, WHO menyebut BA.2 atau omicron siluman jauh lebih menular dari BA.1, namun dengan tingkat keparahan yang sama. Mengutip Live Mint, jika ada lonjakan, maka akan terlihat lebih banyak soal subvarian tersebut.

Dari sejumlah penelitian mengungkapkan BA.2 menyebabkan infeksi yang lebih parah seperti yang terjadi pada varian Delta. Namun penelitian tersebut belum dilakukan peninjauan oleh rekan sejawat.

Dalam studi di Inggris, orang yang terinfeksi menunjukkan gejala yang berhubungan dengan usus dan tidak terlihat di dalam hidung. Inggris juga melaporkan subvarian itu telah menyebar dengan sangat cepat.

Ada enam penyakit berhubungan dengan usus yang dikeluhkan oleh pasien. Yakni dari mual, diare, muntah, sakit perut, mulas, hingga kembung.

"Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke bagian tubuh yang berbeda. Ada kemungkinan omicron atau varian lain menyerang usus. Dan ini tidak akan terlihat di hidung, jadi bisa terkena infeksi usus namun tidak terlihat positif," ujar profesor studi gejala Covid ZOE, Tim Spector kepada The Sun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Begini Siasat Pemerintah Cegah Varian Omicron Masuk Indonesia


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading