Ridwan Kamil Ungkap Pelajaran Pandemi dari Jawa Barat

News - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
25 February 2022 13:46
West Java Event: “Urban 20 Talks: Kota, Desa, Dan Pemuda di Era Digital

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan Jabar menjadi salah satu daerah yang paling rawan saat pandemi Covid-19. Pasalnya, Jabar menjadi salah satu provinsi terpadat dengan penduduk mencapai 50 juta jiwa.

Meski demikian, menurutnya Jabar diakui menjadi salah satu daerah dengan tingkat vaksinasi dan penanganan Covid-19 terbaik.

"Hal pertama dalam penanganan adalah proaktif," kata Kang Emil dalam Special Talkshow Road To G20 in West Java: "Urban 20 Talks: Kota, Desa dan Pemuda di Era Digital" Jumat (25/2/2022).


Menurutnya, sistem di Indonesia membuat hirarki yang pada saat krisis cukup merepotkan. Dia menyebutkan kepala daerah yang proaktif menjadi sangat penting dalam masa ini.

"Dahulu zaman PCR alatnya cuma ada di Jakarta, oleh karena itu kami beli ke Korea," ungkap Kang Emil.

Selain itu, mengambil keputusan berdasarkan kajian ilmiah menurutnya juga sangat penting. Untuk itu, Jabar selalu bertanya misalnya pada Epidemiolog untuk mengambil keputusan. Bukan cuma itu, Pemprov Jabar juga bekerja sama dengan perguruan tinggi, IDI, WHO, dan masih banyak lagi.

Kang Emil juga menyebut transparansi sangat penting dalam penanganan pandemi, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Pasalnya, dalam menghadapi pandemi, pemerintah tidak bisa sendirian dan membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat.

"Misalnya kalau kasus tengah menurun dan keadaan membaik ya bilang baik, namun kalau sedang memburuk ya harus disampaikan apa adanya. Oleh karena itu, sistem informasi sangat penting agar masyarakat bisa mengakses," jelas Kang Emil.

Selain itu, inovasi dan kolaborasi juga menjadi salah satu langkah yang dilakukan Jabar, dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya.

"Kuncinya kolaborasi, Covid-19 tidak akan beres tanpa kolaborasi. Kolaborasi dengan TNI, Polri, dan akademisi. Di mana lagi di negara dunia yang tentaranya bawa-bawa vaksin? Hanya di Indonesia," pungkas Kang Emil.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksinasi Disabilitas Jabar Tembus 101 Persen


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading