BNPB Ungkap Fenoma Banjir di Tanah Air, Kenapa?

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
24 February 2022 13:09
Sebanyak 2.728 jiwa dari 1.082 KK warga Desa Mekarsari dan Desa Gunung Sari di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) antara 30-100 sentimeter pada Selasa (11/1). (Dok: BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa daerah di Indonesia dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan banjir tak hanya disebabkan curah hujan ekstrim. 

"Banjir yang terjadi di Sintang itu sebagai bukti bahwa daya dukung lahan itu tidak mampu lagi dengan perkembangan kehidupan saat ini akibat sungainya sudah sempit, sudah dangkal, sudah tidak lebar lagi, sudah tidak dalam," ungkap Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2022, Kamis (24/2/2022). 

Hal ini menurutnya, menyebabkan datangnya banjir ketika hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut. Di samping itu penyebab lainnya adalah adanya pembukaan lahan untuk keperluan usaha. 


"Lima, sepuluh tahun lalu, itu daerah itu tidak pernah banjir. Tetapi sekarang setiap ada hujan deras itu selalu banjir. Salah satunya adalah pembukaan lahan yang semula itu daerah hijau, daerah resapan air, tetapi akibat pembukaan perkebunan menjadi sering banjir," jelas Suharyanto. 

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, bahwa datangnya bencana seperti banjir dan longsor bisa diperkirakan. Sehingga mitigasi bisa dilakukan sejak dini. 

Adapun ia juga menyebut bahwa hal ini menjadi pilot project antara BNPB, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup untuk dapat menciptakan lingkungan yang bisa menampung air apabila terjadi cuaca ekstrim. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

4 Kecamatan di Bima NTB Diterjang Banjir, 1 Jembatan Putus


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading