Internasional

3 Tahun Pandemi Corona, Tidak Ada Kasus Covid-19 di Korut

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 February 2022 08:55
North Korean leader Kim Jong Un chairs a session of the 4th plenary meeting of the 8th Central Committee of the Workers' Party of Korea (WPK), in this photo released on December 29, 2021 by North Korea's Korean Central News Agency (KCNA).  KCNA/via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 kini berumur tiga tahun. Ratusan negara dan wilayah di dunia tercatat sudah terinfeksi penyakit dari virus SARS-CoV-2 tersebut.

NamunĀ Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masih ada negara dan wilayah melaporkan nol kasus Covid-19. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa kasus bisa saja tidak terdeteksi.


Korea Utara (Korut) mengklaim tak ada kasus Covid-19. Meski berbatasan dengan China dan Korea Selatan (Korsel), negeri Kim Jong Un ini masih melaporkan nol kasus Covid-19.

Menurut data Worldometers per Kamis (24/2/2022), Korsel kini tercatat memiliki total 2.329.182 kasus infeksi, bertambah 171.448 orang, dan total 7.607 kematian. Sementara China mencatat total 108.194 kasus infeksi, bertambah 205 orang, dan total 4.636 kematian sejauh ini.

Dengan adanya banyak kasus, sebenarnya Korut dianggap mustahil tidak memiliki kasus Covid-19 sama sekali. Korut mengklaim nol corona seiring penerapan aturan penguncian yang ketat, di mana aturan pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan masih berlaku hingga kini.

Dengan sikap tertutup, ahli menganggap "bom waktu" akan datang ke Korut. Justin Fendos, profesor di Universitas Dongseo di Korsel, menulis Korut terancam mengalami kerawanan pangan, menggambarkan risiko kelaparan bagi warga negaranya karena menutup ketat negaranya.

"Diperkirakan mempengaruhi 43% dari semua warga Korut pada tahun 2019. Angka pertengahan pandemi tidak tersedia tetapi perdagangan yang terhenti dan topan yang kuat pada tahun 2020 kemungkinan akan meningkatkan jumlah ini secara signifikan pada tahun 2021," tulisnya, dikutip dari The Diplomat.

Badan Intelijen Nasional Korsel sempat mengungkapkan bahwa Kim Jong Un telah mengeluarkan dekrit nasional bagi semua warga sipil untuk mengabdikan diri bertani dan mengamankan "setiap butir beras" di musim gugur.

"Selain tidak dapat mengimpor makanan, bahan bakar, pupuk, dan tekstil, tujuan utama lainnya yang sering diabaikan oleh pengamat asing adalah keinginan Pyongyang untuk memperoleh vaksin Covid-19," tulis Fendos.

Sejak awal 2021, Korut tercatat telah berulang kali melakukan kontak dengan COVAX dan entitas PBB lainnya yang bertanggung jawab atas distribusi vaksin internasional. Pada Maret 2021, PBB mengalokasikan 8,1 juta dosis untuk Korut, cukup untuk menginokulasi lebih dari 15% populasinya.

Namun pengiriman ini tidak pernah dilakukan karena adanya kekhawatiran terkait dengan penyimpanan, distribusi, dan ganti rugi hukum terhadap efek samping pasca-injeksi. Meski begitu, Korut mendapat mendorong tawaran kedua 3 juta dosis vaksin Sinovac dari China, tetapi ditolak Pyongyang karena alasan yang masih belum jelas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kim Jong Un Larang Warga Korut Tertawa 11 Hari, Kenapa?


(tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading