Internasional

Aksi Bom Bunuh Diri di Somalia, 13 Orang Tewas

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
20 February 2022 13:50
People walk past the wreckage of a vehicle destroyed in an attack on police and checkpoints on the outskirts of the capital Mogadishu, Somalia Wednesday, Feb. 16, 2022. The attack by the al-Shabab extremist group on Wednesday killed five people and wounded 16, police said. (AP Photo/Farah Abdi Warsameh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak setidaknya 13 orang dinyatakan tewas dalam aksi bunuh diri, yang terjadi di Somalia pada Sabtu 19 Februari 2022, kemarin.

Aksi bom bunuh diri itu terjadi pada sebuah restoran yang dipenuhi pejabat dan politisi setempat. Tidak hanya korban tewas, insiden tersebut juga membuat 20 orang lainnya terluka, serta kerusakan besar yang telah dikonfirmasi oleh juru bicara polisi Dini Roble Ahmed.

Mengutip Aljazeera, seorang saksi mata bernama Mahad Osman mengatakan ledakan besar terjadi di area terbuka restoran Hassan Dhiif di mana orang-orang berkumpul di bawah pohon untuk makan siang.


"Saya melihat mayat beberapa orang dan saya tidak bisa menghitung berapa banyak yang terluka yang dilarikan ke rumah sakit. Beberapa dari orang-orang ini sedang menunggu pesanan makanan mereka datang sambil menikmati cuaca segar saat ledakan terjadi," kata Mahad Osman.

Polisi dan pejabat pemerintah mengonfirmasi serangan restoran itu adalah hasil dari seorang pembom bunuh diri, tetapi tidak memberikan jumlah korban.

Aksi tersebut terjadi, menjelang putaran pertama pemungutan suara untuk kursi parlemen di daerah pemilihan, 340km (210 mil) utara ibu kota Mogadishu.

Dua wakil komisaris distrik termasuk di antara yang tewas, kata petugas polisi Mohamud Hassan.

Serangkaian serangan

Al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, menurut laporan intelijen SITE, yang memantau kelompok bersenjata secara online.

Bahkan, kelompok tersebut, yang sering menyerang pemerintah dan warga sipil, telah melancarkan dua serangan dalam dua minggu terakhir. Al-Shabab yang terkait dengan Al-Qaeda bertujuan untuk menggulingkan pemerintah pusat.

Salah satu dari mereka yang tewas dalam serangan di Beledweyne adalah seorang kandidat dalam pemilihan parlemen yang sedang berlangsung, kata warga.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Serangan Mengerikan di Afghanistan: Masjid di Bom, 100 Tewas


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading