Sri Mulyani Ungkap Ekonomi RI 2023 Bakal Andalkan Ini

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 February 2022 17:04
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia pada 2023 yang ditarget tumbuh 5,3-5,9% tidak akan sepenuhnya ditopang lagi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini akan banyak sumber pertumbuhan baru.

"APBN tetap akan suppportive namun peranan non APBN penting," ujarnya dalam konferensi pers usai rapat kabinet paripurna, Rabu (16/2/2022)


Pemerintah meyakini covid-19 sudah lebih terkendali dibandingkan sekarang. Sehingga mobilitas masyarakat akan kembali meningkat.

"Kita identifikasi pusat atau trend baru dari pertumbuhan ekonomi. Berasal dari pola hidup normal baru sesudah pandemi berbasis kesehatan," terangnya.

"Ini akan jadi penting baik menyangkut industri kesehatan dan jasa kesehatan yang penting ditingkatkan. Kemudian reform investasi dan perdagangan. Transformasi manufatur baik mesin elektronik, kimia alat komunikasi dan hiliriasi mineral jadi penitng untuk jadi lokomotif pemulihan ekonomi," jelas Sri Mulyani.

Dari sisi pembiayaan, Sri Mulyani menyampaikan dorongan akan muncul dari likuiditas perbankan maupun saham. Likuiditas perbankan berlimpah namun kredit masih sangat rendah, meskipun sudah berhasil tumbuh positif pada tahun lalu.

"Sumber pertumbuhan juga berasal dari capital market, di mana size dan pasar saham dan obligasi untuk pasar saham 7.231 T, dan selama in naik 3,77%. dan pasar obligasi 4.718 T, naik 9,6% bisa menjadi sumber bagi pemulihan ekonomi dengan perusahaan bisa melakukan IPO, right issue atau mengeluarkan obligasi. Ini karena investor domestik kita sudah mencapai 7,5 juta investor," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ramalan Bank Dunia: Ekonomi RI 2021 Tumbuh 3,7%


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading