Komoditas Ini Bikin Ekspor RI Melejit pada Awal Tahun

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
15 February 2022 16:40
Pekerja melakukan pendataan bongkar muat kontainer peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid - 19 dinilai lebih cepat dari yang diekspektasi banyak pihak. Sehingga produksi dan perdagangan melonjak signifikan yang membuat ketidakseimbangan pasar, yang berimbas pada kekurangan bahan baku dan kelangkaan kontainer.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2022 sebesar US$ 19,16 miliar atau naik 25,31% jika dibandingkan realisasi Januari 2021. Namun, turun 14,29% jika dibandingkan realisasi ekspor Desember 2021.

BPS mencatat, ekspor non migas menyumbang 95,3% dari total ekspor Januari 2022 dengan nilai mencapai US$ 18,26 miliar. Pangsa terbesar berasal dari sektor industri 82%, tambang 11,33%, migas 4,7%, dan pertanian 1,97%.


Secara rinci sumbangan terbesar dari sektor industri pengolahan yang naik 31,16% (year on year/yoy) dengan nilai US$ 15,71 miliar. Lalu sektor tambang dan lainnya itu tercatat sebesar US$ 2,17 miliar, naik 3,87% (yoy), namun turun hingga 42,88% dibandingkan dengan Desember 2021.

Sementara ekspor migas menyumbang US$ 900 juta atau naik 1,96% (yoy) dan terakhir pertanian, kehutanan dan perikanan pada Januari 2022, nilai ekspornya mencapai US$ 380 juta atau naik 11,54% secara year on year.

Berikut komoditas yang mengalami peningkatan terbesar ekspor terbesar menurut HS dua digit :

1. Bahan Bakar Mineral dengan nilai mencapai US$ 1,24 miliar.

2. Lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai mencapai US$ 2,97 miliar.

3. Mesin dan perlangkapan elektrik serta bagiannya US$ 1,06 miliar.

4. Bijih logam, terak, dan abu dengan nilai mencapai US$ 951,6 juta.

6. Alas kaki dengan nilai mencapai US$ 657,3 juta.

7. Kayu dan barang dari kayu dengan nilai mencapai US$ 433,2 juta.

8. Timah dengan nilai US$ 50,9 juta.

9. Bahan kimia anorganik dengan nilai US$ 231,6 juta.

10. Logam tidak mulia lainnya dengan nilai US$ 31 juta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Melonjak 53%, Ekspor RI Capai US$ 22 Miliar


(cap/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading