Internasional

Ini Cara Agar Selamat dari Ancaman Senjata Nuklir World War 3

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
12 February 2022 09:00
Latihan perang di daerah yang dikendalikan Operasi Pasukan Gabungan di wilayah Donetsk, Ukraina timur. (AP/Vadim Ghirda)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan yang terjadi di kawasan Ukraina membuat banyak pihak memprediksi bahwa konflik antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) dan sekutu akan segera terjadi. Jika hal ini terbukti, maka perang besar akan melanda dunia.

Berdasarkan laporan BBC, Rusia kini sudah mengumpulkan 70% kekuatan untuk melakukan serangan. Kemudian,Reutersmengabarkan bahwa Rusia akan melakukan serangan penuh ke Ukraina pada 15 Februari atau akhir Maret 2022.

Prediksi ini disikapi AS dan negara sekutunya dengan menambah jumlah pasukan untuk memperkuat pengamanan wilayah Ukraina dan sekitarnya. AS diperkirakan sudah mengirim lebih dari 3 ribu pasukan ke kawasan tersebut.


Terkini,Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak semuawarga AS segerameninggalkan Ukraina. Ini terkait potensi konflik besar dengan Moskow jika pasukan AS dan Rusia saling terlibat di lapangan.

"Warga Amerika harus pergi sekarang," kata Biden dalam sebuah wawancara denganNBC NewsKamis (10/2/2022) dikutipAFPJumat (11/2).

Desakan Biden muncul setelahRusiamenggelar latihan perang dengan sekutunya Belarusia. Ada sekitar 30ribu tentara Rusia ikut latihan militer, yang menurut NATO, penempatan terbesar setelah era Perang Dingin.

Jika perang di Eropa Timur terjadi, maka bukan tidak mungkin hal ini akan memicu terjadinya Perang Dunia ketiga. Lantas, bagaimana cara agar masyarakat dunia bisa selamat dan terhindar dari perang yang diprediksi akan menggunakan berbagai teknologi terkini itu?

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk selamat dari Perang Dunia ketiga adalah bersembunyi di negara-negara yang aman. Beberapa sumber menyebut negara yang layak menjadi 'tempat persembunyian' jika perang terjadi adalah Selandia Baru, Swiss, Irlandia, Kanada, Islandia, dan Bhutan.

Negara-negara itu dipilih karena berbagai faktor, di antaranya lokasinya yang terpencil, sikap pemerintahannya yang netral sejak Perang Dunia pertama, serta memiliki kontur wilayah yang mendukung untuk bersembunyi.

Selain itu, mengutipThe Sun, para ahli menyarankan masyarakat untuk membuat pertahanan mandiri untuk berjaga-jaga jika perang nuklir di PD III terjadi. Caranya, masyarakat diimbau membuat Perlengkapan Suplai Darurat sendiri yang berisi makanan tahan lama, air, radio tenaga baterai, senter, dan baterai cadangan.

Masyarakat juga harus membuat rencana darurat jika perang dunia terjadi, sehingga tahu apa langkah pertama yang harus dilakukan. Selain itu, masyarakat harus aktif mencari tahu siapa pihak berwenang yang bertugas untuk mengevakuasi warga seandainya perang ternyata terjadi hingga daerah tempat tinggal.

Ahli juga menyarankan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi terkait perkembangan perang dari media daring, media sosial, radio atau TV dan mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh tim tanggap darurat. Kemudian, jika serangan terjadi, masyarakat diimbau mencari tempat perlindungan terbaik yaitu gedung bertingkat, rubanah, atau bangunan yang dikelilingi dinding, beton, batu bata, dan tanah sehingga mampu meminimalisir efek radiasi yang mungkin timbul.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Khawatir Serangan "Gila" Rusia, NATO Tambah Pertahanan Nuklir


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading