Kemenkes Imbau Masyarakat Disiplin Prokes dan Vaksin

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
09 February 2022 10:40
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, memberikan keterangan pers mengenai perkembangan terkini terkait vaksin COVID-19 dari AstraZeneca. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit saat ini masih rendah. Pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mayoritas menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali.

Berdasarkan data Kemenkes per Minggu (6/2/2022), tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) nasional ada di angka 23,35% dari 81.235 tempat tidur tersedia. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi berkata, saat ini jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit masih rendah.

"Penambahan angka konfirmasi harian memang cenderung tinggi. Namun masyarakat tidak perlu terpaku pada jumlah tersebut dan jangan panik karena sebagian besar gejala yang ditunjukkan oleh pasien adalah gejala ringan atau tidak bergejala sama sekali dan lama masa perawatan juga lebih sebentar jika dibandingkan dengan kasus varian lainnya," ujar Siti dikutip dari laman resmi Kemenkes, Rabu (9/2/2022).


Siti memprediksi Indonesia akan menghadapi tren kenaikan kasus yang tinggi dalam 2-3 minggu ke depan. Karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat agar waspada dan mengetahui sifat varian Omicron yang penyebarannya lebih cepat dibanding varian Covid-19 lain.

"Kami berharap masyarakat dapat benar-benar waspada dan mengetahui kondisi ini dengan baik, bahwa penularan dari varian Omicron ini lebih cepat daripada varian of concern Covid-19 yang lain, namun kasus kesakitan maupun kematian akibat varian ini rendah. Sehingga rumah sakit sebaiknya digunakan oleh pasien yang benar-benar membutuhkan, yaitu mereka yang memiliki gejala sedang hingga kritis," ujarnya.

Kemenkes mengimbau masyarakat yang terpapar, namun tidak bergejala atau hanya gejala ringan, untuk melakukan isolasi mandiri di rumah atau lokasi isolasi terpadu (isoter) dengan memanfaatkan layanan telemedisin. Mereka juga dapat melaporkan kondisinya ke Puskesmas terdekat.

"Bagi masyarakat yang terpapar namun gejalanya ringan, seperti batuk, pilek, atau demam, saturasi oksigen masih diatas 95%, sebaiknya isoman di rumah atau isoter saja. Apalagi jika tidak ada komorbid berat atau bukan lansia. Jika masyarakat yang terpapar menjalankan imbauan ini, sesuai dengan aturan Kemenkes, angka keterisian rumah sakit kita bisa berkurang hingga 60-70%," katanya

Masyarakat juga diimbau dan diingatkan agar sadar pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski tingkat keparahan dari Omicron lebih rendah. Siti berkata, protokol kesehatan ketat dan pembatasan mobilitas masyarakat kini perlu dilakukan untuk menekan jumlah kasus.

"Cakupan vaksinasi dosis lengkap, terutama untuk lansia dan anak-anak, juga harus terus dikejar berbarengan dengan dosis vaksin booster untuk memperkuat imunitas kelompok," katanya


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Omicron RI Capai 506 Kasus, Kemenkes Waspadai Transmisi Lokal


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading