Internasional

Dialog Nuklir di Ujung Tanduk, Iran Ajukan Permintaan Ini

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 February 2022 21:15
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (File/REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran pada Senin (7/2/2022) meminta Amerika Serikat (AS) agar mencabut seluruh sanksi yang diberlakukan ke negaranya itu. Tehran berpandangan ini akan membuat diskusi mengenai pengembalian Iran ke dalam kesepakatan nukir JCPOA 2015 berjalan lancar.

Mengutip Reuters, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa pencabutan sanksi merupakan hal yang terpenting dalam forum diskusi ini. Ia menyebut hal ini masih sulit untuk ditoleransikan.

"Masalah penghapusan sanksi dan Iran mendapat manfaat darinya adalah garis merah Iran dalam pembicaraan," tuturnya. 


"Jika AS kembali ke Wina dengan keputusan politik dan agenda khusus ... untuk menghapus sanksi, maka pasti akan mungkin untuk mencapai kesepakatan dengan cepat."

Sebelumnya, Pemerintah AS melalui Departemen Luar Negeri telah memulihkan keringanan sanksi ke Iran. Negeri Paman Sam menyebutkan pemulihan ini akan membantu pembicaraan yang saat ini diadakan di Wina, Austria.

"Pengecualian sehubungan dengan kegiatan ini dirancang untuk memfasilitasi diskusi yang akan membantu untuk menutup kesepakatan tentang pengembalian bersama ke implementasi penuh JCPOA dan meletakkan dasar bagi kembalinya Iran ke kinerja komitmen JCPOA-nya," menurut laporan itu.

AS dan dan Iran telah mengadakan delapan putaran pembicaraan tidak langsung di Wina sejak April lalu yang bertujuan untuk mengembalikan JCPOA. Sejauh ini, belum ada pengumuman resmi kapan putaran kesembilan akan dimulai, tetapi ekspektasi meningkat bahwa itu bisa terjadi minggu depan.

Setelah Trump menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut pada 2018 lalu dan menerapkan sanksi, Iran secara bertahap mulai melanggar pembatasan nuklir. Para diplomat Barat sekarang khawatir bahwa kemajuan nuklirnya meninggalkan kesulitan besar untuk kembali ke kesepakatan yang diteken dalam administrasi Presiden Obama itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Panas! Tiba-tiba Biden Kecam Iran, Ada Apa?


(tps/wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading