Bukan Perang Terbuka! Ini Ancaman Serius RI di IKN Nusantara

News - Redaksi, CNBC Indonesia
03 February 2022 14:10
ibu kota baru (PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perpindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur ternyata dilengkapi dengan rancangan sistem pertahanan dan keamanan baru, sebagai antisipasi dari ancaman perang.

Direktur Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas Bogat Widyatmoko memaparkan ada perspektif geostrategis baru dari pemindahan IKN. 


"Seperti lokasi ibu kota negara berdekatan dengan perbatasan darat ke Malaysia sepanjang 2.062 km, dan ini merupakan pintu untuk ancaman pertahanan dan gangguan keamanan," kata dia dalam Konsultasi Publik Rancangan Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara di UPN Veteran Jakarta pekan lalu.

Selain itu, lokasi IKN juga berhimpitan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan choke point atau titik sempit dunia. Sedangkan di sisi udara, lokasi IKN mendekati Flight Information Region (FIR) milik negara tetangga, seperti Singapura, Kinabalu Malaysia, dan Manila Filipina.

"Dan unfortunately, ibu kota negara baru ada dalam radius jelajah ICBM (intercontinental ballistic missile) dan rudal hypersonic negara tertentu," jelas Bogat.

Ibu kota negara dan letak geografisFoto: Ibu kota negara dan letak geografis
Ibu kota negara dan letak geografis

Ancaman lainnya adalah saat ini pulau Kalimantan merupakan lokasi dan jalur trans-nation crime, seperti penyelundupan orang, narkoba, dan sebagainya. IKN juga dengan terrorist transit triangle di Sulu, Sabah, dan Poso.

"Yang terakhir, posisi ibu kota negara baru dikelilingi oleh aliansi-aliansi pertahanan, seperti FPDA The Five Power Defence Arrangements Malaysia dan sebagainya, kemudian Aliansi AUKUS Australia, UK, dan USA, dan terdampak dari one belt one road atau OBOR BRI China," papar dia.

Ibu kota negara dan letak geografisFoto: Ibu kota negara dan letak geografis
Ibu kota negara dan letak geografis

Namun, ia menegaskan bahwa kemungkinan terjadi perang terbuka sangat kecil sampai tahun 2045. Adapun kemungkinan yang terjadi justru konflik terbatas.

"Kami menyajikan ancaman pertahanan dan gangguan keamanan. Kemungkinan yang akan terjadi adalah serangan bersifat CBRNE (chemical, biological, radiological, and nuclear defence)," tegas Bogat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Instansi yang Harus Pindah ke IKN dan Tetap di Jakarta!


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading