Jokowi: Kasus Aktif Covid-19 Naik 910%, Kasus Baru 2.248%!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
01 February 2022 09:45
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin memimpin rapat terbatas dengan jajarannya mengenai evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual.

Rapat digelar dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, pada Senin (31/1/2022). Laman Sekretariat Kabinet kemudian mengunggah transkip arahan Jokowi kepada jajarannya itu Selasa (1/2/2022).

Dalam rapat yang digelar secara tertutup itu, Jokowi mengawali arahannya dengan menitik beratkan jajarannya untuk lebih berhati-hati terhadap perkembangan Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.


"Hati-hati. Saya ingin menegaskan kehati-hatian kita karena kasus aktif naik 910%," kata Jokowi.

Berdasarkan catatan Jokowi, kasus keseluruhan Covid-19 pada 9 Januari hanya 6.108 kasus. Namun pada 30 Januari lalu, kasus terus merangkak naik hingga 61.718 kaus.

"Ini penambahan kasus baru naik 2.248%, dari 529 kasus di 9 Januari menjadi 12.422 kasus di 30 Januari. Sekali lagi, hati-hati dalam menyikapi ini," tegas Jokowi.

Jokowi menegaskan kendati kasus mengalami kenaikan hinga 910%, hal tersebut tidak diiringi dengan melonjaknya angka kematian akibat wabah yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China itu.

"Meskipun demikian, kita harus tetap waspada," tegas Jokowi.

Jokowi lantas menyampaikan empat arahan terkait evaluasi PPKM. Pertama, Jokowi meminta jajarannya untuk menggunakan pendekatan penanganan yang berbeda terkait kenaikan kasus aktif Covid-19 di Tanah Air, khususnya Omicron.

Jokowi memandang, jika melihat karakteristik varian Omicron, maka penguatan bagian hilir harus dilakukan sebagai upaya penanganan jangka pendek dalam menangani kasus.

"Dalam jangka pendek kita harus memperkuat bagian di hilir, sosialisasi, edukasi yang masif untuk masyarakat yang positif tanpa gejala untuk melakukan karantina mandiri dengan konsultasi dokter secara mandiri di puskesmas, di faskes, atau melalui telemedicine. Kemudian stok obat-obatan yang ada di apotek-apotek ini betul-betul harus dikontrol keberadaannya," kata Jokowi.

Kedua, Jokowi meminta jajarannya untuk melakukan pencegahan transmisi lokal di dalam negeri, utamanya di enam provinsi yang menjadi penyumbang kasus aktif yang terbesar di Indonesia. Jokowi berharap masyarakat tetap tenang dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Tetap tenang, tidak usah panik tapi harus tetap waspada, kemudian juga disiplin protokol kesehatan bersama TNI dan Polri terutama 3M yang masif, dan juga pelacakan kontak erat, ini seperti yang sudah kita lakukan," ungkapnya.

Ketiga, Jokowi mengingatkan pentingnya disiplin dalam melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk dan pelaksanaan proses karantina dari luar negeri yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Sedangkan arahan keempat adalah eks Gubernur DKI Jakarta itu meminta jajarannya untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di seluruh Tanah Air.

"Yang terakhir, terkait dengan vaksin, saya minta terus dipercepat vaksinasi yang satu, dua, tetapi juga saya minta vaksinasi booster juga terus dipercepat, utamanya capaian vaksinasi bagi anak 6-11 tahun dan bagi lansia," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Jokowi Kian Resah Gegara Omicron


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading